<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Muhammadiyah Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://www.umy.ac.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.umy.ac.id</link>
	<description>Unggul dan Islami</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 15:07:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Herry Zudianto : Merokok Itu Kuno</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/herry-zudianto-merokok-itu-kuno.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/herry-zudianto-merokok-itu-kuno.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 15:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=4341</guid>
		<description><![CDATA[Jumlah perokok di Indonesia yang besar membuat negara ini menjadi pasar yang menggiyurkan bagi industri-industri rokok besar.Hal ini menjadikan industri-industri rokok selalu menutupi dampak negatif rokok dengan dalih-dalih tertentu. Untuk memerangi hal ini, pejuang anti rokok perlu membentuk strategi merubah mindset yang menjauhkan masyarakat dari gaya hidup merokok. Misalnya, merokok itu kuno. Demikian disampaikan Mantan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4342" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/MG_0990.jpg"><img class="size-medium wp-image-4342 " style="border-image: initial; border-width: 2px; border-color: black; border-style: solid; margin: 9px;" title="_MG_0990" src="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/MG_0990-300x200.jpg" alt="Wakil Ketua MTCC, Mutia Hariati menyematkan cincin komitmen sebagai pejuang anti rokok kepada para pembicara. Dari Kiri ke kanan: Mantan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, Mantan Ketua IDI dr Kuntoro Mohammad, penulis buku Mardiyah Chamim, dan moderator acara Octo Lampito." width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Wakil Ketua MTCC, Mutia Hariati menyematkan cincin komitmen sebagai pejuang anti rokok kepada para pembicara. Dari Kiri ke kanan: Mantan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, Mantan Ketua IDI dr Kuntoro Mohammad, penulis buku Mardiyah Chamim, dan moderator acara Octo Lampito.</p></div>
<p style="text-align: justify;" align="center">Jumlah perokok di Indonesia yang besar membuat negara ini menjadi pasar yang menggiyurkan bagi industri-industri rokok besar.Hal ini menjadikan industri-industri rokok selalu menutupi dampak negatif rokok dengan dalih-dalih tertentu. Untuk memerangi hal ini, pejuang anti rokok perlu membentuk strategi merubah mindset yang menjauhkan masyarakat dari gaya hidup merokok. Misalnya, merokok itu kuno.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Mantan Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto, SE, Akt, MM dalam Bedah Buku “­<em>A Giant Pack of Lies, </em>Menyorot Kedigdayaan industri Rokok di Indonesia” kerjasama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) dan <em>Muhammadiyah Tobacco Control Center </em>(MTCC), Sabtu (12/5) di Ruang Sidang AR Fahrudin B Kampus Terpadu UMY.</p>
<p style="text-align: justify;">Herry mengatakan, gaya hidup merokok sudah mengakar di Indonesia. Walikota Yogyakarta 2001-2011 ini melihat pendekatan merubah persepsi dari gaya hidup. “Sosialisasikan bahwa merokok itu kampungan, merokok itu tidak keren, perokok tingkat kedewasaan setara dengan bayi. Dengan begitu, akan tercipta gaya hidup tanpa rokok”.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, para pejuang anti rokok juga dapat lebih menyentuh persepsi bahawa merokok itu merugikan orang di sekitarnya, termasuk keluarga dan anak. Menurut Herry, banyak orang yang merelakan dirinya sakit, tapi tidak ingin menyakiti anak dan keluarga. “Melalui pendekatan-pendekatan semacam inilah, para perokok justru akan lebih tersentuh” terangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Senada dengan Herry, salah satu penulis buku, Mardiyah Chamim mengatakan bahwa membentuk persepesi anti rokok adalah cara melawan persepsi yang dibangun industri rokok melalui iklan-iklan. Industri rokok menurutnya memang berhasil menciptakan mindset bahwa merokok adalah bagian dari gaya hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Persepsi lain yang berhasil diciptakan industri rokok menurut Mardiyah misalnya bahwa melarang rokok sama saja membunuh petani tembakau dan usaha kretek di Indonesia. Padahal menurutnya, industri kretek kecil justru mati karena tidak bisa bersaing dengan industri rokok besar di Indonesia. Para petani rokok justru tertekan oleh dominasi industri besar karena tidak punya pilihan menjual hasil tani tembakaunya selain ke industri-industri rokok besar.</p>
<p style="text-align: justify;"> “Banyak orang mengatakan bahwa organisasi-organisasi olahraga, pendidikan dan agama harus berterima kasih pada industri rokok karena membiayai banyak kegiatan mereka. Ini terbalik, justru industri rokok yang harus berterima kasih karena organisasi-organisasi ini mengiklankan produknya. Hal-hal yang diputar balikkan seperti inilah yang dilakukan industri rokok, termasuk mengintevensi isi undang-undang”, jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bedah buku ini didukung penuh oleh <em>Tobacco Control Suprot Center-</em>Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) dan Tempo Institute. Selain Heery dan Mardiyah, acara ini juga dihadiri Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang merupakan Deputi Program TCSC-IAKMI, dr. Kuntoro Mohammad, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec dan Mantan Menteri Kesehatan RI Ahmad Suyudi. (fariz)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/herry-zudianto-merokok-itu-kuno.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UMY Gelar Festival Demi Memajukan Ekonomi Islam</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/umy-gelar-festival-demi-memajukan-ekonomi-islam.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/umy-gelar-festival-demi-memajukan-ekonomi-islam.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 13:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=4338</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka memajukan ekonomi Islam, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Perbankankan Syari’ah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HMJ-EPI UMY) menggelar acara Festival Ekonomi Syari’ah. Acara yang dimulai sejak Kamis (10/5) ini berakhir dengan diadakannya Seminar Nasional dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Untuk Siapa?”, Sabtu (12/5). Selain Seminar acara ini diisi rangkaian lomba Debat, Ranking 1, Essai, dan Stand Up [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" align="center">Dalam rangka memajukan ekonomi Islam, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Perbankankan Syari’ah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HMJ-EPI UMY) menggelar acara Festival Ekonomi Syari’ah. Acara yang dimulai sejak Kamis (10/5) ini berakhir dengan diadakannya Seminar Nasional dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Untuk Siapa?”, Sabtu (12/5). Selain Seminar acara ini diisi rangkaian lomba Debat, Ranking 1, Essai, dan Stand Up Comedy.</p>
<p style="text-align: justify;">Seminar Nasional yang bertempat di Ruang Komisi Acara Gedung Asri Medical Centre (AMC) UMY ini, dihadiri oleh Riyadi Ida Bagus Salyo Subali, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) sebagai perwakilan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Hadir pula dalam acara seminar ini Mantan Bupati Bantul Drs. HM. Idham Samawi,  Perwakilan Direktorat Perbankan Syari’ah Bank Indonesia Dr. Rifki Ismal, Dosen Fakultas Agama Islam UMY Hilman Lathief, MA.PhD serta beberapa ekonom seperti H.M. Imasastra Mihajad, Lc, PDIBF, MscFin, PhD.c dan Muhammad Edhie Purnawan MA.PhD,  sebagai pembicara seminar.</p>
<p style="text-align: justify;">Perwakilan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Riyadi Ida Bagus Salyo Subali mengatakan, krisis ekonomi di dunia yang menyebabkan timbulnya kemiskinan dapat dicegah dengan satu hal. Dan salah satu yang diyakini sebagai solusi adalah sistem perekonomian Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Idham Samawi sebagai pembicara dalam seminar nasional ini mengajak para mahasiswa khususnya untuk menjadi seorang pemimpin yang amanah dan benar yang selalu berpihak pada rakyatnya yang tertindas, teraniaya, dan termarginalkan. “Harapan saya bagi para calon pemimpin ini, adalah bagaimana cara kalian untuk memahami esensi merdeka dan apa yang akan kalian lakukan ketika menjadi pemimpin?” tutur Idham.</p>
<p style="text-align: justify;">Mufti, selaku ketua panitia penyelenggara acara Festival Ekonomi Syari’ah yang ditemui saat acara menyatakan harapannya untuk perkembangan ekonomi Indonesia ke depan, “kami ingin menyamakan visi dan misi dengan para ekonom-ekonom <em>Rabbani </em>Indonesia, sehingga kami mempunyai satu tujuan yang sama bagaimana membentuk perekonomian Indonesia yang maju dan sejahtera,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hal itu juga bergantung pada kita sebagai orang-orang yang menegakkan ekonomi khususnya ekonomi Islam” jelas Mufti.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara seminar nasional ini juga dihadiri omahasiswa UMY dan beberapa mahasiswa dari universitas lain di luar Yogyakarta yang juga menjadi peserta lomba dalam Festival Ekonomi Syari’ah, seperti UIN Malang, UNAIR, STEI SEBI Jakarta, STAIN Purwokerto, STIKES ALMA ATA, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, STEI HAMFARA, STEI Yogyakarta, dan UII. (sakinah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/umy-gelar-festival-demi-memajukan-ekonomi-islam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Keperawatan UMY Rawat Pasien Leukimia di Thailand</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/mahasiswa-keperawatan-umy-rawat-pasien-leukimia-di-thailand.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/mahasiswa-keperawatan-umy-rawat-pasien-leukimia-di-thailand.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 12:13:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=4334</guid>
		<description><![CDATA[Mahasiswa profesi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSIK-UMY) memberikan perawatan kepada sejumlah pasien anak-anak pengidap leukemia di Srinagarind dan Khon Kaen Hospital Thailand. Perawatan yang dilakukan berupa pemberian obat, pelayanan kebutuhan dasar, serta membantu pasien dalam menjalani kemoterapi. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Student Exchange atas kerjasama PSIK UMY dengan Faculty of Nursing Khon Kaen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" align="center"><a href="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/thailand3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4335" style="border-image: initial; border-width: 2px; border-color: black; border-style: solid; margin: 9px;" title="thailand3" src="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/thailand3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Mahasiswa profesi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSIK-UMY) memberikan perawatan kepada sejumlah pasien anak-anak pengidap leukemia di Srinagarind dan Khon Kaen Hospital Thailand. Perawatan yang dilakukan berupa pemberian obat, pelayanan kebutuhan dasar, serta membantu pasien dalam menjalani kemoterapi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka <em>Student Exchange </em>atas kerjasama PSIK UMY dengan Faculty of Nursing Khon Kaen University Thailand pada 8 April sampai 2 Mei. Demikian disampaikan oleh Sri Sumaryani, M.Kep.Mat Ketua Prodi PSIK UMY saat ditemui di Kampus terpadu UMY (12/5).</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Sri ada enam mahasiswa/i profesi yang ikut dalam program tersebut antara lain Nur Agus Hidayana, Wulan Devia Puji Astuti, Surya Hadi Arsani, Sulis Andrawati, Zulpahiyana dan Syahruramdhani. “<em>Student Exchange</em> ini pertama kali kami laksanakan karena selama ini mahasiswa dari Thailand yang ke UMY dan sekarang sebaliknya, kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan proses pembelajaran serta kompetensi keperawatan dan praktik di RS Thailand” urainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sri menjelaskan enam mahasiswa tersebut dibagi menjadi dua tim yang terdiri dari <em>Pediatric Team </em>dan <em>Medical Surgical Team. “</em>Dengan pembagian dua tim tersebut maka selain memberikan pelayanan perawatan pada pasien leukemia mereka juga memberikan perawatan pada pasien pengidap diabetes mellitus, patah tulang dan cedera kepala“ jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu Syaruramdhani salah satu mahasiswa yang ikut dalam program tersebut mengatakan bahwa pasien yang mereka rawat di RS Thailand tersebut memberikan respon yang positif atas pelayanan yang mereka berikan. “Selain pasien, keluarga pasien juga ikut senang dengan pelayanan yang kami berikan walaupun berbeda budaya dan bahasa tapi mereka merasa nyaman dengan kami” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Syahruramdhani juga mengungkapkan beserta teman-temannya melakukan kunjungan ke <em>Primary Care Unit (PCU). </em>“PCU tersebut di Indonesia lebih dikenal dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan pelaksanaan di PCU itu lebih baik dari PSUKESMAS di Indonesia mulai dari pelayanan administrasinya sampai dengan tindakan pengobatan yang dilakukan” ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan <em>Student Exchages</em> ini selain mengikuti program pelayanan keperawatan di rumah sakit, para mahasiswa juga diajak mengenal beberapa budaya di Thailand. Salah satunya mereka mengikuti perayaan <em>Songkran Days </em>yang merupakan perayaan orang-orang Thailand dalam menyambut tahun baru Thailand dimana tahun tersebut menginjak tahun ke 2555. (sakti)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/mahasiswa-keperawatan-umy-rawat-pasien-leukimia-di-thailand.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kak Seto: Dokter Gigi Harus Jadi Idola Anak</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/kak-seto-dokter-gigi-harus-jadi-idola-anak.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/kak-seto-dokter-gigi-harus-jadi-idola-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 15:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=4323</guid>
		<description><![CDATA[Bagi dokter gigi, penting untuk menjadi idola anak. Usia dini adalah waktu di mana mereka masih perlu diperhatikan untuk merawat gigi. Untuk itu, dokter gigi juga harus memiliki kreatifitas dalam menghadapi anak. Demikian dituturkan Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, Kak Seto (Dr. Seto Mulyadi, Psi, M.Si), Jumat (11/5) saat mengisi Dental Research Exhibition and [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" align="center"><a href="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/MG_09301.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4325" style="border-image: initial; border-width: 2px; border-color: black; border-style: solid; margin: 9px;" title="_MG_0930" src="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/MG_09301-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Bagi dokter gigi, penting untuk menjadi idola anak. Usia dini adalah waktu di mana mereka masih perlu diperhatikan untuk merawat gigi. Untuk itu, dokter gigi juga harus memiliki kreatifitas dalam menghadapi anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian dituturkan Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, Kak Seto (Dr. Seto Mulyadi, Psi, M.Si), Jumat (11/5) saat mengisi <em>Dental Research Exhibition and Meeting </em>(DREAM) 2012 yang diadakan Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KG UMY) di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Kak Seto mengatakan, pada dasrnya setiap anak memiliki keunikan yang berbeda-beda dan perlu dihargai. Sehingga tidak ada metode yang baku dalam menangani anak. Hal ini mengapa kreatifitaslah yang perlu dimiliki seorang dokter gigi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Suasana menyenangkan adalah hal yang diharapkan anak-anak ketika memasuki ruang periksa gigi. Pendekatan individual harus dilakukan. Dokter gigi juga harus bisa jadi penyanyi, pendongeng, bermain boneka dan hal-hal yang disenangi anak” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kak Seto menjelaskan, perlu ditekankan bahwa merawat gigi adalah proses belajar. Memaksa anak untuk periksa gigi harus dihindari. “Jika si anak belum mau diperiksa, masih ada besok hari. Anak-anak perlu didengarkan pendapatnya. Ini merupakan hak partisipasi yang perlu didapatkan anak”</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup sehat termasuk merawat gigi menurut Kak Seto memang harus dibiasakan sedini mungkin. Menurutnya, usia 2 tahun menjadi waktu yang paling tepat untuk membiasakan hal ini. “Bahkan mengajarkan sikat gigi di Taman Kanak-kanak pun sudah terlambat. Anak usia di bawah 4 tahun masih berkemampuan belajar sebanyak 50 %, usia 4 sampai 8 tahun hanya 30 %. Selebihnya akan tambah menurun” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Steering Committee yang juga dosen KG UMY drg. Iwan Dewanto, MM, Kak Seto memang dihadirkan untuk melihat dunia kedokteran gigi melalui aspek psikologi pada penanganan pasien anak. “Banyak anak yang trauma setelah datang ke dokter gigi sehingga akan berdampak buruk pada perawatan gigi anak tersebut. Dokter gigi pun perlu tahu cara pelayanan gigi yang tidak menimbulkan hal-hal semacam ini”</p>
<p style="text-align: justify;">Selain Kak Seto, acara yang diadakan sejak Kamis hingga Sabtu (10-12/5) ini juga diisi sekitar 15 pakar gigi ternama baik local maupun internasional. Di antaranya ahli estetik gigi drg. Robert H. Dharma dan drg. H. M. Bernard Iskandar, Sp.KG Hadir pula Dr. Gary Cheung, Ph.D, ahli rehabilitasi gigi endodontik yang dikenal dunia dari Hongkong selain juga pakar-pakar gigi Thailand, Singaupra, dan Jepang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ada juga 36 peneliti dari seluruh Indonesia yang memaparkan penelitian kedokteran gigi. Atmosfer pendidikan kesehatan gigi jelas sangat kental dalam acara ini. Ini menjadi awal para dokter gigi Indonesia untuk membuat gebrakan teknologi kedokteran di Indonesia” pungkasnya. (fariz)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/kak-seto-dokter-gigi-harus-jadi-idola-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku &#8220;A Giant Pack of Lies: Menguak Kebohongan Industri Rokok&#8221;</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/bedah-buku-a-giant-pack-of-lies-menguak-kebohongan-industri-rokok.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/bedah-buku-a-giant-pack-of-lies-menguak-kebohongan-industri-rokok.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 12:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=4328</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sekali kebohongan dilakukan oleh industri rokok. Beberapa diantaranya adalah ditutupinya dampak negatif pada kesehatan dengan dalih akan menghilangkan pekerjaan para petani tembakau, ditutupinya fakta bahwa rokok memiliki kaitan langsung pada pembentukan kanker di dalam tubuh, dan masih banyak lagi. Selain itu, rokok juga memiliki konsekuensi ekonomi. Perokok cenderung lebih mementingkan membeli rokok dibandingkan makanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Banyak sekali kebohongan dilakukan oleh industri rokok. Beberapa diantaranya adalah ditutupinya dampak negatif pada kesehatan dengan dalih akan menghilangkan pekerjaan para petani tembakau, ditutupinya fakta bahwa rokok memiliki kaitan langsung pada pembentukan kanker di dalam tubuh, dan masih banyak lagi. Selain itu, rokok juga memiliki konsekuensi ekonomi. Perokok cenderung lebih mementingkan membeli rokok dibandingkan makanan sehat, pendidikan, dan kesehatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila di negara maju rokok sudah ditinggalkan karena merupakan pembunuh nomor satu, di Indonesia perokok muda justru jumlahnya semakin bertambah besar. Hal ini diperparah karena pemberantasan rokok lebih sulit dilakukan di Indonesia karena pemerintahnya korup dan lemah.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, MTCC dan FKIK UMY ingin berkontribusi aktif dalam perwujudan Indonesia yang lebih baik dengan menggelar Bedah Buku “<em>A Giant Pack of Lies: </em>Menguak Kebohongan Industri Rokok”, yang akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, 12 Mei 2012, Pkl. 09:30 – 12:00 WIB, di Ruang Sidang Gedung AR Fachrudin B Lt. 5, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam acara ini akan dihadirkan Mardiyah Chamim (Penulis Buku “<em>A Giant Pack of Lies: </em>Menguak Kebohongan Industri Rokok”) sebagai pembicara, serta H. Herry Zudianto, SE, Akt, MM (Walikota Yogyakarta 2001-2006 dan 2006-2011) dan Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec (Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) sebagai pembahas.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'trebuchet ms', sans-serif;">Buku “<em>A Giant Pack of Lies : </em>Menguak Kebohongan Industri Rokok” menggali sisi keindustrian dan menguak propaganda menyesatkan yang dilancarkan industri rokok. Dari acara yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY ini, diharapkan akan mampu menginformasikan kepada masyarakat luas dan membuka pemahaman dan kesadaran mengenai rokok. Untuk itu, acara ini perlu disebarluaskan sebagai kampanye besar untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sadar dan mampu beraksi, sekaligus berdampak untuk menjadikan DIY sebagai Kawasan Tanpa Rokok. (intan)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/bedah-buku-a-giant-pack-of-lies-menguak-kebohongan-industri-rokok.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Herry Zudianto : Wirausahawan Wajib Ikuti Perubahan</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/herry-zudianto-wirausahawan-wajib-ikuti-perubahan.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/herry-zudianto-wirausahawan-wajib-ikuti-perubahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 11:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=4320</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi seorang wirausahawan wajib mengikuti perubahan yang terjadi disekitarnya. Karena dalam perubahan tersebut terdapat banyak peluang dan juga tantangan yang jika dilewati dengan baik maka akan memberikan keuntungan yang luar biasa. Hal ini disampaikan oleh H. Herry Zudianto, S.E, Akt, MM mantan Walikota Yogyakarta sekaligus pemilik Margaria Group dalam Seminar Nasional Peran Wirausaha Muda Menuju Kemandirian Bangsa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi seorang wirausahawan wajib mengikuti perubahan yang terjadi disekitarnya. Karena dalam perubahan tersebut terdapat banyak peluang dan juga tantangan yang jika dilewati dengan baik maka akan memberikan keuntungan yang luar biasa.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh H. Herry Zudianto, S.E, Akt, MM mantan Walikota Yogyakarta sekaligus pemilik Margaria Group dalam Seminar Nasional Peran Wirausaha Muda Menuju Kemandirian Bangsa yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FE UMY) di Kampus Terpadu UMY, Kamis (10/5). Selain Herry hadir pula sebagai pembicara H. Bedi Zubaedi Presiden Direktur PT Quick Chicken Indonesia dan dimoderatori oleh Iskandar Buchori, SE, SA, M.Si dosen Prodi Manajemen UMY.</p>
<p>Menurut Herry, perubahan itu mencakup beberapa sisi mulai dari perubahan penggunaan teknologi dan informasi sampai dengan selera atau minat konsumen.  “Perubahan dalam bidang teknologi informasi ini harus kita cermati baik-baik, karena salah satu cara kita memasarkan produk adalah dengan menggunakan teknologi untuk itu sebagai pengusaha kita tidak boleh gaptek” jelasnya.</p>
<p>Herry juga mengungkapkan selain mengikuti perubahan ini wirausahawan juga harus menomer satukan karyawannya karena merekalah garda depan dalam suatu usaha. “Karyawan adalah hal yang utama dalam sebuah usaha untuk itu kita harus melayani mereka dengan sebaik mungkin sehingga ketika nanti mereka melayani para pelanggan maka akan sama seperti kita melayani mereka dengan setulus hati” ungkapnya.</p>
<p>Senada dengan hal itu Bedi Zubaedi menerangkan dalam menekuni sebuah usaha seorang wirausahawan harus mempunyai tekad dan motivasi yang besar. “Tekad dan motivasi yang besar ini akan bermanfaat ketika nantinya kita mengalami kerugian, maka kita menjadi lebih siap dan semakin tertantang menekuni usaha tersebut” terangnya.</p>
<p>Bedi juga menambahkan ada satu tips yang menjadi dasar bagi para pemula dalam bidang entrepreneurship yaitu berteman dengan orang-orang telah sukses berbisnis. “Ketika sudah berteman dengan orang yang sukses dalam berbisnis maka kita harus pandai mencuri ilmu-ilmu yang telah mereka gunakan untuk mengembangkan bisnis kita” tambahnya.</p>
<p>Dalam seminar tersebut juga menghadirkan salah satu mahasiswa prodi manajemen UMY Ahdiat Sayuti yang telah berhasil meraih hibah PKM Kewirausahaan sebesar Rp.10.000.000 sekaligus pemilik Prionerr Distor. Hadirnya Ahdiat bertujuan untuk memotivasi para peserta seminar sekaligus menjadi bukti keberhasilan Prodi Manajemen UMY dalam mendidik mahasiswa menjadi entrepreneur muda yang sukses.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/herry-zudianto-wirausahawan-wajib-ikuti-perubahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Nasional: Butuh Wirausaha Muda Untuk Menuju Kemandirian Bangsa</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/seminar-nasional-butuh-wirausaha-muda-untuk-menuju-kemandirian-bangsa.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/seminar-nasional-butuh-wirausaha-muda-untuk-menuju-kemandirian-bangsa.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 11:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=4318</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia saat ini membutuhkan para wirausaha muda untuk dapat mendukung pertumbuhan ekonomi negara. Jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 0,24 persen dari jumlah penduduk di Indonesia yang sekitar 238 juta jiwa.  Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan jumlah wirausaha di beberapa negara luar yang tingkat pertumbuhan ekonominya tinggi, seperti Amerika Serikat yang mencapai 11%, Singapura [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia saat ini membutuhkan para wirausaha muda untuk dapat mendukung pertumbuhan ekonomi negara. Jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 0,24 persen dari jumlah penduduk di Indonesia yang sekitar 238 juta jiwa.  Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan jumlah wirausaha di beberapa negara luar yang tingkat pertumbuhan ekonominya tinggi, seperti Amerika Serikat yang mencapai 11%, Singapura 7%, dan Malaysia yang mencapai 5 %.</p>
<p>Demikian disampaikan oleh Retno Widowati PA, M.Si., Ph.D  Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional dengan tema Peran Wirausaha Muda Menuju Kemandirian Bangsa. Seminar ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FE UMY) pada Kamis (10/5) di Ruang Sidang Gedung AR Fahrudin B Kampus UMY.</p>
<p>Acara ini menghadirkan Mantan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, dan Presiden Direktur Quick Chiken, Bedi Zubaedi sebagai pembicara. Menurut Retno, kedua pembicara akan memberikan materi yang bertujuan menghasilkan pemikiran tentang potensi untuk membangun UKM yang berdaya saing sebagai penyangga perekonomian nasional. “Pada akhirnya juga akan mengakomodasi ide-ide kreatif dari pengusaha dalam mebangun ekonomi Indonesia”.</p>
<p>Retno menjelaskan dengan melihat  perbandingan jumlah wirausaha di negara maju dengan jumlah wirausaha di Indonesia, maka wajar jika pertumbuhan perekonomian di Indonesia juga masih lambat. “Oleh karena itu, pemerintah harus mengembangkan sektor kewirausahaan dan meningkatkan jumlah wirausaha agar dapat berperan dalam mendukung ekonomi negara agar lebih maju pada masa mendatang” jelasnya.</p>
<p>Retno mengungkapkan Pertumbuhan jumlah wirausaha dan usaha kecil perlu tersebut juga perlu didukung oleh lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi. “Pendidikan memang penting untuk memberi modal dasar bagi para wirausahawan. Melalui jalur pendidikan dapat mengubah pola pikir seseorang untuk menjadikan  wirausahawan yang bekerja dengan menggunakan ide dan kreativitas” ungkapnya.</p>
<p>Retno berharap peran perguruan tinggi dalam hal ini dapat memotivasi para sarjananya menjadi <em>young entrepreneurs, yang</em> merupakan bagian dari salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan. “Dengan meningkatnya wirausahawan dari kalangan sarjana akan mengurangi pengangguran bahkan menambah jumlah lapangan pekerjaan” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/seminar-nasional-butuh-wirausaha-muda-untuk-menuju-kemandirian-bangsa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rizal Sukma: Separatisme di Indonesia, Tak Ada Kepentingan Asing</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/rizal-sukma-separatisme-di-indonesia-tak-ada-kepentingan-asing.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/rizal-sukma-separatisme-di-indonesia-tak-ada-kepentingan-asing.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 14:08:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[KOMAHI UMY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=4315</guid>
		<description><![CDATA[Direktur Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Rizal Sukma menegaskan bahwa tidak ada negara di dunia yang mendukung separatisme di Indonesia. Menurutnya, negara-negara di dunia justru mengharapkan stabilitias di Indonesia karena secara ekonomi menguntungkan dunia internasional. Hal ini Ia sampaikan pada Seminar “Campur Tangan Internasional terhadap Separatisme di Indonesia” yang diadakan Korps Mahasiswa Hubungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" align="center"><a href="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/Untitled.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-4332" style="border-image: initial; border-width: 2px; border-color: black; border-style: solid; margin: 9px;" title="Untitled" src="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/Untitled-172x300.png" alt="" width="172" height="300" /></a>Direktur Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Rizal Sukma menegaskan bahwa tidak ada negara di dunia yang mendukung separatisme di Indonesia. Menurutnya, negara-negara di dunia justru mengharapkan stabilitias di Indonesia karena secara ekonomi menguntungkan dunia internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini Ia sampaikan pada Seminar “Campur Tangan Internasional terhadap Separatisme di Indonesia” yang diadakan Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAHI UMY) Kamis (10/5) di Ruang Sidang AR Fahrudin A lantai 5 Kampus Terpadu UMY.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Rizal, Indonesia saat ini menjadi aset strategis bagi negara-negara Asia Tenggara maupun dunia, termasuk Cina dan AS. Indonesia juga memiliki tingkat konsumsi yang tinggi produk-produk asing. Hal ini menjadikan dunia internasional justu tidak ingin terjadi konflik apapun yang mengakibatkan instabilitas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini kenapa dulu ke manapun Hasan Tiro mencari dukungan internasional hasilnya nol. GAM justru ditekan oleh negara-negara seperti AS dan Uni Eropa untuk melakukan perundingan perdamaian”, jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia lanjut Rizal, juga memiliki posisi strategis pada perdagangan internasional. Indonesia berada dekat dengan Selat Malaka yang menjadi selat tersibuk kedua di dunia karena menjadi lalu lintas perdagangan Internasional. Karena itu tidak hanya AS tetapi juga Jepang, Cina, Korea tidak menginginkan instabilitas di Indonesia. Termasuk negara-negara Asia Tenggara yang notabene kebanyakan merupakan sekutu AS.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pada kasus Aceh misalnya, satu-satunya negara yang secara resmi mendukung GAM dengan melatih gerilyawan-gerilyawan GAM. Alasannya pun pada tataran pengakuan internasional bahwa Libya merupakan negara revolusioner sehingga mendukung banyak gerakan revolusioner, tidak hanya GAM”, terang intelektual yang namanya masuk dalam 100 pemikir terkemuka dunia versi majalah Foreign Policy tahun 2009 ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Rizal pada akhirnya juga mengajak masyakarat untuk tidak selalu mengaggap adanya campur tangan asing dalam separatism di Indonesia. Campur tangan Finlandia pada kasus Aceh dan Australia pada kasus Papua terjadi karena pemerintah Indonesia yang justru terus melakukan politik eksploitasi dan politik sentralisme di Indonesia. (fariz)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/rizal-sukma-separatisme-di-indonesia-tak-ada-kepentingan-asing.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anies Baswedan: Distribusi Guru di Indonesia Belum Merata</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/anies-baswedan-distribusi-guru-di-indonesia-belum-merata.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/anies-baswedan-distribusi-guru-di-indonesia-belum-merata.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 10:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=4310</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan di Indonesia masih mengalami keadaan yang problematik. Distribusi guru masih belum merata, di samping kualitasnya yang masih rendah. Sebanyak 21% sekolah di perkotaan, 37% sekolah di pedesaan, dan 66% sekolah di daerah terpencil masih kekurangan guru. Padahal, jumlah guru tersedia banyak di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Anies Baswedan, Ph.D., penggagas Indonesia Mengajar sekaligus Rektor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/MG_0358.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4311" style="border-image: initial; border-width: 2px; border-color: black; border-style: solid; margin: 9px;" title="_MG_0358" src="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/MG_0358-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Pendidikan di Indonesia masih mengalami keadaan yang problematik. Distribusi guru masih belum merata, di samping kualitasnya yang masih rendah. Sebanyak 21% sekolah di perkotaan, 37% sekolah di pedesaan, dan 66% sekolah di daerah terpencil masih kekurangan guru. Padahal, jumlah guru tersedia banyak di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan oleh Anies Baswedan, Ph.D., penggagas Indonesia Mengajar sekaligus Rektor Universitas Paramadina, saat mengisi Roadshow Indonesia Mengajar, Selasa (8/5) bertempat di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Acara ini adalah acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMY untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan ini, Anies menjelaskan bahwa Indonesia Mengajar adalah upaya untuk melihat pendidikan sebagai gerakan, bukan hanya program. “Bila sebagai program, maka masyarakat hanya sebagai penerima program saja. Tetapi, apa kita akan membiarkan saja pemerintah menyelesaikan permasalahan pendidikan dengan hanya menontonnya? Kalau gerakan, maka itu adalah juga milik kita, kita ikut bergerak,” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia Mengajar, menurut Anies, adalah salah satu upaya melakukan sesuatu untuk bangsa Indonesia. Selain menginspirasi, para pengajar muda ditempa untuk belajar mandiri dan mengajarkan sesuatu yang baru, di tempat yang sebelumnya mungkin tidak pernah terpikirkan. “Mengajar di pelosok negeri ini, bukan sesuatu yang mudah. Perlu usaha untuk dapat bertahan dengan keterbatasan. Bukan hanya akan menjadi inspirasi, tetapi pengajar muda akan belajar melakukan lompatan jauh,” lanjutnya. (intan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/anies-baswedan-distribusi-guru-di-indonesia-belum-merata.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kedokteran Gigi UMY Adakan Seminar dan Eksibisi DREAM 2012</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/kedokteran-gigi-umy-adakan-seminar-dan-eksibisi-dream-2012.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/kedokteran-gigi-umy-adakan-seminar-dan-eksibisi-dream-2012.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 09:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[KG UMY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=4293</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; &#160; Datangkan Kak Seto dan Pakar-Pakar Gigi Internasional Teknologi kedokteran gigi di dunia terus mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini menuntut para ahli gigi di Indonesia untuk terus mengikuti perkembangan tersebut demi peningkatan profesionalisme. Indonesia bahkan selayaknya mampu untuk membuat gebrakan dalam ilmu pengetahuan dengan menciptakan teknologi anyar termasuk di dunia kedokteran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<p><strong><a href="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/DReam-KG-UMY.jpg"><img class="alignleft  wp-image-4299" style="margin: 9px;" title="DReam KG UMY" src="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/DReam-KG-UMY.jpg" alt="" width="443" height="88" /></a></strong><strong></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Datangkan Kak Seto dan Pakar-Pakar Gigi Internasional</strong></p>
<p>Teknologi kedokteran gigi di dunia terus mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini menuntut para ahli gigi di Indonesia untuk terus mengikuti perkembangan tersebut demi peningkatan profesionalisme. Indonesia bahkan selayaknya mampu untuk membuat gebrakan dalam ilmu pengetahuan dengan menciptakan teknologi anyar termasuk di dunia kedokteran gigi mengingat Indonesia adalah negara dengan potensi jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia.</p>
<p>Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KG UMY) berencana mengadakan Seminar dan Eksibisi Penelitian Dental Research Exhibition and Meeting (DREAM) 2012, dengan tema “Elevating the knowledge with charity and love” Kamis hingga Sabtu (10-12/5) demi mendukung upaya pengembangan teknologi di dunia kedokteran gigi ini. Kegiatan ini akan dihadiri para mahasiswa, dokter gigi, dan dekan Fakultas Kedokteran Gigi dari universitas-universitas se-Indonesia.</p>
<p>Menurut Steering Committee yang juga Dosen KG UMY, drg. Iwan Dewanto, MM, Kegiatan ini merupakan realisasi Program Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) yang setiap tahunnya harus diadakan sebuah program pendidikan kedokteran. Selama tiga hari kegiatan ini akan diisi sejumlah seminar, workshop, pemaparan penelitian, dan eksibisi alat-alat kedokteran gigi Kamis (10/5) di Asri Medical Center (AMC) UMY dilanjutkan Jumat dan Sabtu (11-12/5) di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta.</p>
<p>Iwan mengatakan, DREAM 2012 mendatangkan sejumlah pakar gigi dunia pada seminar dan workshop. Sebanyak 15 pakar gigi ini selain para pakar gigi lokal ternama seperti ahli estetik gigi drg. Robert H. Dharma dan drg. H. M. Bernard Iskandar, Sp.KG, juga berasal dari beberapa negara seperti Thailand, Singapura, Hongkong, dan Jepang.</p>
<p>Iwan juga menjelaskan bahwa para pakar gigi ini tidak hanya akan memberikan materi pada tataran teori, namun juga praktek-praktek terbaru termasuk hal-hal yang masih jarang dibahas di dunia kedokteran gigi. “Misalnya mengenai aspek pemasaran khusus kedokteran gigi yang harus sesuai etika kedokteran. Selain itu akan hadir juga Dr. Gary Cheung, Ph.D. Ia adalah ahli rehabilitasi gigi endodontik yang dikenal dunia dari Hongkong.” jelasnya.</p>
<p>Selain mendatangkan pakar-pakar gigi ternama, DREAM 2012 juga mendatangkan Dr. Seto Mulyadi, Psi. Msi. Pemerhati anak yang kerap disapa Kak Seto ini menurut Iwan dihadirkan untuk melihat dunia kedokteran gigi melalui aspek psikologi pada penanganan pasien anak. “Banyak anak yang trauma setelah datang ke dokter gigi sehingga akan berdampak buruk pada perawatan gigi anak tersebut. Dokter gigi pun perlu tahu cara pelayanan gigi yang tidak menimbulkan hal-hal semacam ini” kata Dirketur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidkan (RSGMP) UMY ini.</p>
<p>Dalam DREAM 2012, juga akan diselenggarakan dihadiri 36 peneliti yang akan memaparkan penelitiannya mengenai kedokteran gigi. 36 peneliti tersebut merupakan dokter gigi dan mahasiswa dari universitas se-Indonesia yang akan memaparkan penemuan-penemuannya di dunia kedokteran gigi. “Atmosfer pendidikan kedokteran gigi akan sangat kental dalam DREAM. Semoga acara ini benar-benar bisa memberikan manfaat yang besar bagi kedokteran gigi Indonesia” pungkasnya.(fariz)</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/kedokteran-gigi-umy-adakan-seminar-dan-eksibisi-dream-2012.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

