<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Muhammadiyah Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://www.umy.ac.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.umy.ac.id</link>
	<description>Unggul dan Islami</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 01:56:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>33 Mahasiswa Kedokteran dari Berbagai Negara Ikuti Summer School Summer School di UMY</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/33-mahasiswa-kedokteran-dari-berbagai-negara-ikuti-summer-school-summer-school-di-umy.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/33-mahasiswa-kedokteran-dari-berbagai-negara-ikuti-summer-school-summer-school-di-umy.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 01:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[idss]]></category>
		<category><![CDATA[itmss]]></category>
		<category><![CDATA[summer school]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=1179</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 33 mahasiswa asing mengikuti summer school yang diselenggarakan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). 23 mahasiswa ikuti Internasional Tropical Medicine Summer School (ITMSS) 2010 yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Dokter dan 13 mahasiswa lainnya ikuti International Dental Summer School (IDSS) 2010 yang diselenggarakan Prodi Kedokteran Gigi. Menurut Project Manager IDSS, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/salah-satu-kegiatan-yang-diikuti-peserta-summer-school.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1180" title="salah satu kegiatan yang diikuti peserta summer school" src="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/salah-satu-kegiatan-yang-diikuti-peserta-summer-school-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Sebanyak 33 mahasiswa asing mengikuti summer school yang diselenggarakan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). 23 mahasiswa ikuti Internasional Tropical Medicine Summer School (ITMSS) 2010 yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Dokter dan 13 mahasiswa lainnya ikuti International Dental  Summer School (IDSS) 2010 yang diselenggarakan Prodi Kedokteran Gigi.</p>
<p>Menurut Project Manager IDSS, Esti Riyanda, IDSS merupakan kegiatan summer school yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia. Diikuti oleh 13  mahasiswa Kedokteran Gigi dari beberapa negara seperti Romania, Hongaria, Turki  serta Inggris. “Kegiatan ini diselenggarakan selama sekitar tiga minggu. Mulai tanggal 15 Juli lalu hingga 5 Agustus mendatang,”urainya di Kampus  Terpadu Kamis (29/7).</p>
<p>IDSS akan diisi dengan kegiatan yang bersifat educational maupun non educational program. “Educational  program itu para peserta akan melakukan kuliah, tutorial, diskusi maupun  mempelajari mengenai kasus-kasus kesehatan yang terjadi di Indonesia. Sedangkan non  educational program misalnya kegiatan pengenalan budaya,”jelasnya.</p>
<p>Selain itu para peserta juga akan diajak untuk melakukan bakti sosial (baksos) seperti melakukan penyuluhan-penyuluhan di sekolah. “Para peserta juga diajak untuk  melakukan baksos berupa pengobatan di daerah terpencil dengan peralatan sederhana.  Karena di negara asal mereka, tidak pernah diadakan kegiatan baksos terlebih menggunakan peralatan seadanya.”ujarnya.</p>
<p>Sementara itu Project Manager ITMSS, Annisa Mutiara Insani menuturkan ITMSS yang diikuti 23 peserta dari  negara Belanda, Kanada dan Estonia sudah memasuki penyelenggaraan yang ke enam kalinya. Dimana para peserta akan mempelajari penyakit tropis yang ada  di Indonesia. “Misalnya Demam Berdarah atau DB, malaria serta penyakit tuberkulosis atau TBC,”paparnya.</p>
<p>Dijelaskan Annisa di negara asal para peserta, mereka mengenal penyakit tropis hanya melalui perkuliahan  tetapi belum pernah menangani penyakit-penyakit tersebut. “Sehingga di sini  mereka akan mengikuti serangkaian perkuliahan seperti misalnya mengenai  penyebab penyakit tersebut, mengapa di Indonesia tingkat prevalensinya bisa  tinggi, kemudian bagaimana penanganannya,”tuturnya.</p>
<p>Para peserta ITMSS akan diajak mengunjungi beberapa Rumah Sakit dan puskesmas khususnya yang sedang  menangani pasien dengan penyakit DB, malaria serta TBC. “Terlebih di Indonesia ada penyediaan tempat khusus untuk penyakit TBC sedangkan di negara-negara  asal para peserta belum ada tempat yang dikhususkan untuk satu jenis penyakit  saja. Selain itu di RS maupun puskesmas tersebut para peserta dapat langsung  mempraktikkan apa yang sudah didapat pada waktu kuliah. Mereka bisa memegang pasien,  bertanya kepada pasien sehingga mereka akan lebih paham mengenai penyakit tropis  ini,”katanya.</p>
<p>Selain kegiatan perkuliahan baik peserta IDSS maupun ITMSS juga akan mengikuti kegiatan pengenalan  kebudayaan yang ada di Yogyakarta. “Mereka akan diajak ke Candi Borobudur,  Tamansari, Benteng Vredeburg dan lainnya,”tambahnya.</p>
<p>Mereka berharap selain belajar para peserta juga akan mengenal budaya maupun tempat pariwisata yang ada di Yogyakarta. “Selain itu para peserta baik peserta ITMSS maupun IDSS juga  mengikuti Internasional Expo yaitu kegiatan yang menjembatani perbedaan budaya masing-masing peserta. Mereka berasal dari negara yang berbeda-beda.  Sehingga budayanya juga berbeda. Seperti halnya ketika baru sampai di Indonesia mereka  kaget dengan bentuk kloset dimana mereka harus jongkok sedangkan yang mereka  tahu yaitu model kloset duduk,”pungkas Annisa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/33-mahasiswa-kedokteran-dari-berbagai-negara-ikuti-summer-school-summer-school-di-umy.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengetahuan dan Teknologi Sebagai Kunic Kesuksesan Bangsa</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/pengetahuan-dan-teknologi-sebagai-kunic-kesuksesan-bangsa.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/pengetahuan-dan-teknologi-sebagai-kunic-kesuksesan-bangsa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 06:27:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=1176</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa banyak negara tetangga Indonesia seperti Malaysia dan Singapura bisa jauh lebih maju dari Indonesia padahal Indonesia lebih dahulu merdeka dan memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang jauh lebih besar. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mengapa banyak negara tetangga Indonesia seperti  Malaysia dan Singapura bisa jauh lebih maju dari Indonesia padahal Indonesia  lebih dahulu merdeka dan memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia  yang jauh lebih besar. Lalu mengapa Indonesia tertinggal? Jawabannya adalah karena negara-negara tetangga tersebut menjadikan ilmu pengetahuan dan  teknologi sebagai kunci sukses masa depan bangsa. Negara maju baik Eropa maupun Amerika  bahkan memberikan dana yang besar terhadap pendidikan dan perkembangan  teknologi di negaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian diungkapkan oleh Prof. Dr. Amien Rais,  tokoh nasional sekaligus dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI-UMY) dalam stadium general atau kuliah umum perdana  dalam Masa Taaruf (MATAF) mahasiswa baru UMY tahun ajaran 2010/2011 tahap pertama  yang diikuti oleh 1400 mahasiswa dan diselenggarakan di Sportorium UMY, Rabu (28/7).</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Amin harusnya Indonesia bersikap sama  dengan negara-negara di atas yakni menjadikan pengetahuan sebagai kunci  keberhasilan. Apalgi di jaman globalisasi ini. Indonesia tidak mungkin menghindar atau  pun mengisolasikan diri dari tancapan globalisasi. Meskipun, Amin melihat  bahwa globalisasi telah membawa dunia terjerembab dalam lima krisis yakni  krisis kependudukan, krisis pangan, krisis lingkungan, krisis energi dan yang  paling parah adalah krisis akhlak.<br />
“Pengetahuan dan teknologilah yang akan membantu Indonesia untuk keluar  dari lima krisis tersebut,”urainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Senada dengan Amin, Rektor UMY, Ir. Dasron Hamid,  M.Sc dalam pidato penyambutannya juga menyampaikan agar para mahasiswa baru terus mengeksplorasi ilmu yang telah di pilih para mahasiswa di UMY. Menurut  Dasron, UMY yang dibangun dengan fondasi nilai-nilai islam siap mengawal para  mahasiswa untuk menerapkan ilmu demi kemaslahatan umat.  Sebagai simbolisasi penyambutan, Dasron memakaikan jas almamater  UMY dua perwakilan mahasiswa baru yakni Wahab Urafa mahasiswa Fakultas Ilmu  Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) yang berasal dari Wamena, Papua  dan  Prisilia Dewi mahasiswa asal Batam, Kepulauan Riau dan tercatat sebagai mahasiswa baru di Fakultas  Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY.</p>
<p style="text-align: justify;">Rubianto, presiden Badan Eksekutif Mahasiswa  Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) UMY dalam pidato penyambutannya juga menekankan  pentingnya peran mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan dalam pembangunan di Indonesia terutama pembangunan pendidikan. Oleh karenanya Rubi berharap mahasiswa bergerak dan belajar  aktif di kampus. Rubi juga menekankan bahwa MATAF ini bukanlah ajang  perploncoan para senior ke junior mengingat semakin maraknya tindak anarkisme yang  terjadi pada masa orientasi mahasiswa baru di Indonesia. “MATAF adalah ajang  perkenalan kampus bukan perploncoan,”tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/pengetahuan-dan-teknologi-sebagai-kunic-kesuksesan-bangsa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru masih dianggap sumber ilmu  Kemandirian mahasiswa dalam belajar perlu ditingkatkan</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/guru-masih-dianggap-sumber-ilmu-kemandirian-mahasiswa-dalam-belajar-perlu-ditingkatkan.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/guru-masih-dianggap-sumber-ilmu-kemandirian-mahasiswa-dalam-belajar-perlu-ditingkatkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 03:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=1173</guid>
		<description><![CDATA[Guru atau dosen selalu dianggap sebagai sumber ilmu. Sehingga mahasiswa seringkali hanya menerima dan mendengarkan ilmu yang diberikan oleh dosen maupun guru. Mahasiswa cenderung kurang aktif dalam belajar maupun mencari sumber-sumber pendukung ilmu yang dipelajarinya. Untuk itu, kemandirian mahasiswa dalam belajar perlu ditingkatkan. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/bu-jeki.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1174" title="bu jeki" src="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/bu-jeki-300x224.jpg" alt="" width="270" height="202" /></a>Guru atau dosen selalu dianggap sebagai sumber ilmu. Sehingga mahasiswa seringkali  hanya menerima dan mendengarkan ilmu yang diberikan oleh dosen maupun guru.  Mahasiswa cenderung kurang aktif dalam belajar maupun mencari sumber-sumber  pendukung ilmu yang dipelajarinya. Untuk itu, kemandirian mahasiswa dalam belajar  perlu ditingkatkan.</p>
<p>Demikian disampaikan dosen Program studi bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah  Yogyakarta (UMY), Sri Rejeki Murtitiningsih, MA dalam diskusi terbatas ‘Peran  Kemandirian Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran’ di kampus Terpadu Selasa (27/7)  siang.</p>
<p>Lebih lanjut Sri Rejeki menjelaskan berdasarkan pengalamannya mengajar maupun  pengamatannya kebanyakan mahasiswa kurang mandiri dan terlalu bergantung dengan dosen.  “Mereka cenderung dependent atau tergantung dengan apa yang diajarkan dosen. Mahasiswa cenderung baru akan  mengerjakan tugas yang diberikan ketika diberitahukan bahwa besok harus dikumpulkan.  Jika tidak ada pemberitahuan bahwa tugas tersebut dikumpulkan maka kebanyakan  mahasiswa tidak mengerjakan tugas tersebut,”urainya.</p>
<p>Sehingga perlu ada upaya untuk mendorong kemandirian mahasiswa dalam belajar.  “Kemandirian mahasiswa itu terkait dengan keaktifan mahasiswa dalam menunjang proses pembelajaran itu sendiri. Misalnya dengan melakukan inisiatif untuk  mengerjakan tugas-tugas selain yang telah diajarkan di kelas,”jelasnya.</p>
<p>Dalam pemaparannya, kurang aktifnya mahasiswa dalam belajar bisa disebabkan karena kultur  maupun metode pembelajaran yang diberikan. “Kultur yang ada selama ini yang  menganggap guru adalah sumber ilmu. Mahasiswa hanya melihat dan mendengarkan saja  dalam belajar. Padahal dalam belajar khususnya belajar Bahasa Inggris para mahasiswa harus lebih aktif dalam mengerjakan tugas maupun mempraktekkan ilmu yang diperoleh. Sehingga mereka akan lebih paham,”ujarnya.</p>
<p>Dosen yang pada awal Agustus ini akan melanjutkan studi S3 ke University of  Oklahoma Amerika Serikat  menambahkan, dalam belajar khususnya Bahasa Inggris mahasiswa akan lebih menguasai ketika dia mau belajar dengan mencari tahu sendiri.  “Mahasiswa yang mandiri akan lebih menguasai bidang yang sedang dipelajari. Karena  dia belajar tidak hanya di kelas saja,”paparnya.</p>
<p>Selama ini yang dilakukan ketika mengajar yaitu membagi kelompok-kelompok kecil sehingga siswa tidak terlalu banyak. “Hal tersebut kemudian mampu  mendorong maupun melibatkan mahasiswa aktif untuk belajar sedangkan guru atau  dosen hanya sebagai fasilitator saja,”tambahnya.</p>
<p>Namun masih perlu mencari metode atau cara yang paling tepat untuk meningkatkan  kemandirian mahasiswa dalam proses pengajaran. “Karena nantinya kemandirian  mahasiswa semasa belajar dengan selalu aktif dalam kuliah maka ketika lulus pun dia juga  akan cenderung aktif untuk mencari lapangan pekerjaan,”tuturnya.</p>
<p>Terkait dengan studi lanjutnya itu sendiri, Sri  Rejeki menegaskan ia akan mengambil kajian mengenai Curriculum and Instruction.  “Karena melalui kajian ini nantinya saya akan dapat lebih mengetahui bagaimana kemandirian mahasiswa  mempengaruhi proses pembelajaran. Sehingga pada akhirnya akan dapat menemukan cara  yang paling efektif atau tepat dalam meningkatkan kemandirian mahasiswa dalam  proses belajar,”tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/guru-masih-dianggap-sumber-ilmu-kemandirian-mahasiswa-dalam-belajar-perlu-ditingkatkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 3</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/penmaru/hasil-seleksi-penerimaan-mahasiswa-baru-gelombang-3.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/penmaru/hasil-seleksi-penerimaan-mahasiswa-baru-gelombang-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 23:48:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=1166</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/penmaru/hasil-seleksi-penerimaan-mahasiswa-baru-gelombang-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fakultas Hukum UMY ikuti Student Exchange Program ke Malaysia</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/fakultas-hukum-umy-ikuti-student-exchange-program-ke-malaysia-kultas-hukum-fakultas-hukum-umy-ikuti-student-exchange-program-ke-malaysia.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/fakultas-hukum-umy-ikuti-student-exchange-program-ke-malaysia-kultas-hukum-fakultas-hukum-umy-ikuti-student-exchange-program-ke-malaysia.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 02:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=1162</guid>
		<description><![CDATA[Setelah April silam sejumlah mahasiswa Ahmad Ibrahim Kulliyah of Laws- International Islamic University Malaysia (AIKOL-IIUM) mengikuti pertukaran mahasiswa (student exchange) ke International International Program for Law dan Shariah (IPOLS) Fakultas Hukum-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), kali ini giliran mahasiswa IPOLS UMY mengirimkan tujuh mahasiswanya yang terpilih untuk mengambil beberapa mata kuliah yang ditawarkan AIKOL-IIUM selama satu bulan, mulai Selasa (27/7) eso]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah April silam sejumlah mahasiswa Ahmad Ibrahim Kulliyah of Laws- International Islamic  University Malaysia (AIKOL-IIUM) mengikuti pertukaran mahasiswa (student exchange) ke  International International Program for Law dan Shariah (IPOLS) Fakultas  Hukum-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), kali ini giliran mahasiswa IPOLS UMY  mengirimkan tujuh mahasiswanya yang terpilih untuk mengambil beberapa mata kuliah  yang ditawarkan AIKOL-IIUM selama satu bulan, mulai Selasa (27/7) esok.</p>
<p>Demikian disampaikan  Koordinator Student Exchange 2010, Yordan Gunawan, S.H., Int. MBA., saat menemui Rektor UMY, di Kampus Terpadu, Senin (26/7).</p>
<p>Menurut Yordan, adanya perbedaan kultur pendidikan di Malaysia diharapkan dapat dirasakan dan dimanfaatkan bagi para peserta. “Kultur pendidikan di  negara Malaysia yang gemar membaca dan memiliki disiplin yang tinggi misalnya,  dapat memberikan atmosfer baru bagi para peserta untuk meningkatkan semangat  belajar secara berkualitas. Selain itu, menjadi mahasiswa internasional juga  merupakan pengalaman yang dialami ketika menuntut ilmu di negara lain,” jelasnya. Yordan  sendiri juga akan mengisi kuliah umum di AIKOL-IIUM dengan mengambil tema “The Application of International Law into Indonesian Legal System” yang akan  membahas mengenai konstitusi, legalitas, dan hak asasi manusia.</p>
<p>Rektor UMY, Dasron Hamid, M.Sc berpesan agar program yang sudah dijalankan  sejak tahun 2007 ini menjadi pengalaman yang dapat memompa motivasi mereka dalam  menambah wawasan di atmosfer global serta menjaga nama baik almamater selama  belajar di Malaysia.</p>
<p>Sementara itu,  Sekretaris IPOLS, Sri Widodo, S. Fil., S.H. menambahkan selain  berkuliah, para peserta akan mendapat kesempatan mengikuti program intensif di  kantor pengacara dan lembaga hukum di Malaysia. “Program ini merupakan  kerjasama dengan para alumni mahasiswa pertukaran terdahulu di Malaysia yang saat  ini telah bekerja di beberapa kantor pengacara dan lembaga hukum disana.  Oleh karenanya, para peserta pertukaran tahun ini mendapat kesempatan untuk  melihat penerapan hukum di Malaysia serta praktek acara di pengadilan,” urainya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/fakultas-hukum-umy-ikuti-student-exchange-program-ke-malaysia-kultas-hukum-fakultas-hukum-umy-ikuti-student-exchange-program-ke-malaysia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penelitian Energi Terbarukan Banyak yang belum bisa diterapkan di Masyarakat</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/penelitian-energi-terbarukan-banyak-yang-belum-bisa-diterapkan-di-masyarakat.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/penelitian-energi-terbarukan-banyak-yang-belum-bisa-diterapkan-di-masyarakat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 02:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=1158</guid>
		<description><![CDATA[Banyak penelitian para akademisi di perguruan tinggi tentang energi terbarukan hanya berhenti di konsep keilmuan saja. Secara teori sudah bagus namun  banyak yang belum bisa diterapkan dimasyarakat. Padahal sebenarnya saat ini masyarakat sangat membutuhkan energi terbarukan karena energi konvensional dari alam sudah semakin berkurang kuantitasnya di tengah semakin banyaknya jumlah populasi dunia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak penelitian para akademisi di perguruan  tinggi tentang energi terbarukan hanya berhenti di konsep keilmuan saja. Secara teori  sudah bagus namun  banyak yang belum bisa diterapkan dimasyarakat. Padahal  sebenarnya saat ini masyarakat sangat membutuhkan energi terbarukan karena energi  konvensional dari alam sudah semakin berkurang kuantitasnya di tengah semakin banyaknya  jumlah populasi dunia.</p>
<p>Demikian diungkapkan oleh Kuncoro Diharjo, seorang  peneliti energi terbarukan, selaku pembicara dalam seminar nasional dengan tema peningkatan peran perguruan tinggi dalam perancangan teknologi tepat  guna dan pemanfaatan teknologi yang diselenggaran oleh program studi Tehnik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) betempat di kampus terpadu  UMY, Sabtu (24/7).</p>
<p>Hal tersebut bisa jadi karena ketiadaan dana maupun  dari pribadi sang peneliti yang belum termtivasi. Oleh karena itu,  Kuncoro melihat perguruan tinggi harus terus mendorong para penelitinya untuk lebih aktif lagi agar  penelitiannya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. “hal ini juga yang menjadi salah satu tugas dari perguruan tinggi dalam tri darma perguruan tinggi yakni  pengabdian terhadap kepentingan masyarakat,”urainya.</p>
<p>Dalam pengupayaan energi terbarukan, para peneliti  dalam hal ini yang diwakili oleh perguruan tinggi juga harus bekerja sama dengan  dunia industri dan juga pemerintah. Industri berfungsi untuk menciptakan  produk energi nya sedangkan pemerintah bergelut dalam regulasi yang mendukung pengembangan penelitian energi terbarukan tersebut. “Idealnya sinergi  ketiga pihak tersebut mampu mendukung pengembangan energi terbaharukan di  Indonesia,”imbuhnya.</p>
<p>Saat ini juga penting untuk kembali pada konsep  back to nature yakni energi maupun teknologi yang mengguakan bahan dasar dari alam serta green tecnology  yang ramah pada lingkungan. Tekonologi yang ramah lingkungan juga  menjadi fokus para peneliti mengingat aktifitas manusia khususnya industrialisasi telah banyak  menyebabkan pencemaran lingkungan dan dunia butuh teknolgi yang lebih ramah pada lingkungan. “Di negara-negara maju industrialisasi telah menuju  penggunaan green technology harusnya Indonesia juga sudah menuju ke arah sana,”ungkapnya.</p>
<p>Kuncoro melihat hal ini sebagai kesempatan bagi  para peneliti baik dosen maupun mahasiswa untuk melihat konsep back to nature  ini sebagai sebuah celah untuk menciptakan energi terbarukan yang unik dan tepat guna pemamfaatannya bagi masyarakat. Saat  ini memang sudah ada banyak penelitian energi yang berkembang seperti  biofiuel dan briket untuk bahan bakar. “Dengan konsep back to nature dan green tecnology ini baiknya para peneliti mengeksplor lebih dalam tentang energi-energi  baru,”tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/penelitian-energi-terbarukan-banyak-yang-belum-bisa-diterapkan-di-masyarakat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan e-learning dan blog ciptakan website berkualitas perguruan tinggi</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/penggunaan-e-learning-dan-blog-ciptakan-website-berkualitas-perguruan-tinggi.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/penggunaan-e-learning-dan-blog-ciptakan-website-berkualitas-perguruan-tinggi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 02:56:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=1156</guid>
		<description><![CDATA[Keaktifan mahasiswa dalam menggunakan e-learning dan blog bagi dosen menjadikan peringkat webometrics Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meningkat. Peringkat webometrics UMY Juli 2010 meningkat dengan meraih peringkat 3.242 dunia dan ke-29 untuk peringkat Indonesia. Sebelumnya, pada Januari 2010, UMY menempati peringkat ke -32 Indonesia.  Hal ini juga menunjukkan adanya kesadaran bagi para dosen dan mahasiswa dalam menciptakan website berkualitas.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keaktifan mahasiswa  dalam menggunakan e-learning dan blog bagi dosen menjadikan peringkat webometrics Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meningkat.  Peringkat webometrics UMY Juli 2010 meningkat dengan meraih peringkat 3.242 dunia  dan ke-29 untuk peringkat Indonesia. Sebelumnya, pada Januari 2010, UMY  menempati peringkat ke -32 Indonesia.  Hal ini juga menunjukkan adanya kesadaran bagi para dosen dan mahasiswa dalam  menciptakan website berkualitas.</p>
<p>Demikian disampaikan  Kepala Biro Sistem  Informasi (BSI) UMY, Wahyudi, ST, MT, di ruang kerjanya, Kampus Terpadu UMY, Jumat (23/7).</p>
<p>Naikknya peringkat  ini, diakui Wahyudi, lantaran empat komponen yang mempengaruhinya.  Komponen tersebut, yaitu jumlah halaman yang terindeks oleh yahoo search engine  (Size), banyaknya website lain yang menautkan ke website UMY pada website lain tersebut (Visibility), Sejumlah file  seperti powerpoint, PDF, word, dan postscripe yang terdeteksi dalam website UMY  (Rich file), serta jumlah karya ilmiah (Scholars).</p>
<p>Wahyudi juga menilai, penggunaan e-learning bagi mahasiswa sangat membantu  mereka dalam meningkatkan kemampuan akademis mengingat materi perkuliahan lebih mudah  dan cepat diperoleh. “Mahasiswa saat ini tidak perlu lagi menunggu dosen  membagikan materi yang akan  diberikan pada perkuliahan karena mereka bisa mengunduhnya melalui e-learning yang dimiliki oleh setiap jurusan,” terangnya.</p>
<p>sementara para  dosen semakin bersemangat untuk publikasi karya ilmiahnya melalui  jurnal online. “Kesadaran para dosen dan mahasiswa dalam menampilkan dan  mengisi website yang berkualitas saat ini juga meningkat sehingga aktivitas untuk  memanfaatkan website tersebut pun semakin bertambah pula,” urainya. Saat ini 200  dosen UMY telah terdaftar menggunakan blog dalam menunjang kegiatan akademisnya.</p>
<p>Dengan peningkatan ini, Wahyudi berharap pihaknya mampu menaikkan kembali  peringkat yang telah diraih UMY dengan meningkatkan jurnal online yang dimiliki  dosen dan mahasiswa. “Yang menjadi tujuan bukan sekadar menaikkan peringkat webometrics.Lebih dari itu, dengan naikknya peringkat webometrics, maka  kualitas perguruan tinggi dapat dilihat di website. Jika ini terjadi, hal ini menunjukkan perguruan tinggi telah siap untuk mengembangkan kemampuan  teknologi dalam penyediaan informasi akademis secara online sehingga penyampaian  materi kepada para mahasiwa lebih cepat dan mudah,” tuturnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/penggunaan-e-learning-dan-blog-ciptakan-website-berkualitas-perguruan-tinggi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkomitmen Transfer Ilmu untuk Mahasiswa, Dosen UMY Raih Gelar Profesor</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/berkomitmen-transfer-ilmu-untuk-mahasiswa-dosen-umy-raih-gelar-profesor.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/berkomitmen-transfer-ilmu-untuk-mahasiswa-dosen-umy-raih-gelar-profesor.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 02:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=1154</guid>
		<description><![CDATA[Berkomitmen untuk terus membagi ilmu kepada mahasiswanya. Serta mendorong sikap atau attitude mahasiswa untuk berdiskusi maupun melakukan argumentasi di kelas. Selain itu selalu berusaha melengkapi ilmu-ilmu yang akan diberikan dengan hasil-hasil penelitian yang dilakukan sehingga ilmu yang diberikan semakin lengkap.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkomitmen untuk  terus membagi ilmu kepada mahasiswanya. Serta mendorong sikap atau  attitude mahasiswa untuk berdiskusi maupun melakukan argumentasi di kelas. Selain itu selalu berusaha  melengkapi ilmu-ilmu yang akan  diberikan dengan hasil-hasil penelitian yang dilakukan sehingga ilmu yang diberikan semakin lengkap.</p>
<p>Hal ini menjadi salah satu  komitmen Direktur Magister Manajemen-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MM-UMY)  Prof. Dr. Heru  Kurnianto Tjahjono yang belum lama ini memperoleh gelar Profesor Bidang Manajemen Sumber Manusia dari  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI). Gelar tersebut diperoleh per tanggal  1 Juni 2010 di usia 38 tahun 8 bulan pada masa kerja 9 tahun 2 bulan. Heru  sendiri mulai mengajar atau menjadi dosen pada 1 April 2001.</p>
<p>Lebih lanjut Heru menjelaskan, seorang dosen ketika mengajar harus berkomitmen  untuk tidak hanya terus menerus berdasarkan sumber buku maupun jurnal yang  dibaca. Tetapi juga berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan. “Hal ini  juga yang ada di dalam tri darma perguruan tinggi bahwa dosen harus melakukan pengajaran dan pendidikan, melaksanakan penelitian untuk memperkaya  ilmunya serta melakukan pengabdian masyarakat dengan menghubungkan dunia  akademik kepada masyarakat,”urainya di Kampus Terpadu Jum’at (16/7).</p>
<p>Dalam penuturannya jika dosen hanya mengajar terus berdasarkan sumber buku  maupun jurnal, hal ini akan mengakibatkan kajian yang disampaikan untuk  mahasiswanya akan kurang mendalam. “Maka poin penting bagi seorang dosen adalah  ketika ia mengajar dan juga melakukan penelitian. Selain itu dengan  penelitian-penelitian yang dilakukan akan semakin menguatkan penjelasan ilmu yang diajarkan  kepada mahasiswa.”jelasnya.</p>
<p>Seorang dosen harus selalu memperkaya ilmunya meskipun sudah menjadi seorang  doktor maupun Profesor. “Seorang dosen baik doktor maupun Profesor sekalipun  harus terus melakukan learning to learn, ia harus tetap belajar dan belajar, harus tetap mengupgrade ilmunya. Serta  membangun kapasitas pembelajarannya. Misalnya di kelas mahasiswanya tidak paham apa yang diajarkan atau  mahasiswa tersebut bosan dengan sistem pengajarannya, seharusnya hal tersebut bisa dijadikan untuk mengevaluasi bagaimana sistem pengajarannya. Ditemukan  solusi agar mahasiswa paham dan tidak bosan dengan apa yang  diajarkan.”paparnya.</p>
<p>Terkait dengan gelar Profesor Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia yang  diperolehnya, Heru memaparkan bidang yang dibahas yaitu mengenai masalah bagaimana  membangun kapasitas Sumber Daya manusia (SDM) di dalam sebuah organisasi.  “Sehingga diperlukan manajemen SDM yang baik mulai dari merekrut, maintenance,  mengembangkan hingga menganalisis misalnya terjadi kesenjangan antar karyawan, sampai kemudian muncul kebijakan mengurangi tenaga kerja,”urainya.</p>
<p>Heru berharap ke depan dapat merintis lebih banyak kolaborasi di tingkat internasional salah satunya dengan memperbanyak publikasi hasil riset ke  dunia internasional. Selama ini Heru telah mengikuti sekitar tujuh seminar internasional bahkan beberapa waktu lalu terpilih sebagai ketua sidang  dalam sebuah konferensi internasional di Taiwan. Selain itu berbagai buku  telah ditulis serta ada sekitar tiga publikasi jurnal internasionalnya yaitu  di Amerika Serikat,  Cina serta Taiwan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/berkomitmen-transfer-ilmu-untuk-mahasiswa-dosen-umy-raih-gelar-profesor.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Osteoporosis  rugikan kualitas kehidupan manusia</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/osteoporosis-rugikan-kualitas-kehidupan-manusia.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/osteoporosis-rugikan-kualitas-kehidupan-manusia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 02:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=1152</guid>
		<description><![CDATA[Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, penyakit menua akibat pengeroposan tulang atau Osteoporosis pun bertambah. Osteoporosis merupakan suatu masalah di usia lanjut dan sudah menjadi perhatian dunia, termasuk Indonesia. Peningkatan ini tentunya merugikan kualitas kehidupan, terutama bagi kaum wanita. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, penyakit menua akibat  pengeroposan tulang atau Osteoporosis pun bertambah. Osteoporosis merupakan suatu masalah di  usia lanjut dan sudah menjadi perhatian dunia, termasuk Indonesia.  Peningkatan ini tentunya merugikan kualitas kehidupan, terutama bagi kaum wanita.</p>
<p>Demikian disampaikan dr. H. Moch Any Ashari, Sp.OG (K-FER) yang menjadi salah satu pembicara  dalam Simposium Continuing Medical Education (CME) XXVIII yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan-Universitas Muhammadiyah  Yogyakarta  (FKIK-UMY), Sabtu (17/7) di Asri Medical Center, Yogyakarta.</p>
<p>Menurutnya, kejadian osteoporosis akan menyerang 25 juta orang, terutama wanita dimana 1,5  juta akan mengalami patah tulang atau pemendekan tulang belakang pada usia 55  tahun, patah tulang di bagian distal lengan bawah pada usia 60 tahun dan patah  tulang panggul usia 75 tahun.</p>
<p>Osteoporosis menjadi penyakit sistemik dari tulang atau kerangka yang ditandai dengan menurunnya masa tulang dan rusaknya mikroarsitektur di dalam tulang  bagian dalam sehingga menyebabkan terjadinya patang tulang. Ada beberapa  penyebabnya, salah satunya adalah aktivitas berat saat remaja sebelum terjadi  menstruasi yang pertama. “Olahraga berlebihan saat tulang dan kerangka belum  sempurna mendapat asupan hormonal menjadikan tidak tercapainya puncak masa tulang  yang menyebabkan osteoporosis dini,” jelas Ashari.</p>
<p>Selain wanita, orang keturunan Asia dan Caucasian, usia lanjut, dan orang engan  tubuh ramping atau kurus akan mempunyai faktor risiko tinggi mengidap  osteoporosis. “Risiko ini akan meningkat bila seseorang memiliki riwayat keluarga patah  tulang, peminum alcohol, perokok, dan asupan kalsium yang rendah pada dietnya,” urainya.</p>
<p>Bagi wanita, menurunnya  fungsi ovarium dapat menimbulkan proses osteoporosis. Ashari mengungkapkan, sejak usia 40  tahun, fungsi ovarium menurun sampai indung telur tidak berfungsi lagi yang  menjadikan wanita menopause atau tidak menstruasi lagi. Penurunan fungsi ovarium  ini juga menyebabkan adanya gangguan metabolisme kolesterol dan trigliserid.</p>
<p>Untuk itu, tubuh membutuhkan kalsium tinggi dimana 99% kalsium dari tubuh terdapat  di dalam tulang dan 30% diperlukan bagi tulang sendiri.  Bagi anak dan remaja, kebutuhan kalsium mencapai 1.200mg/hari, pria, dan wanita sebanyak 1.000mg/hari. “Namun  saat hamil atau menyusui, seorang Ibu memerlukan 1.200mg kalsium per harinya  dan 1.500 mg bagi wanita menopause,” terang Ashari.</p>
<p>Ia mengakui, Kedelai dan ubi jalar sangat efektif mencegah osteoporosis. “Banyak mengkonsumsi makanan berkalsium seperti sayuran, buah, dan biji juga  bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, berenang di air hangat, jalan kaki, aerobik akan memperkuat dan memadatkan kekerasan tulang sehingga tidak mudah  keropos,” pungkas Ashari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/osteoporosis-rugikan-kualitas-kehidupan-manusia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terdorong Temukan Metode Pembelajaran Bahasa Inggris yang Tepat,Dosen UMY Raih Beasiswa Studi Lanjut ke Luar Negeri</title>
		<link>http://www.umy.ac.id/terdorong-temukan-metode-pembelajaran-bahasa-inggris-yang-tepatdosen-umy-raih-beasiswa-studi-lanjut-ke-luar-negeri.html</link>
		<comments>http://www.umy.ac.id/terdorong-temukan-metode-pembelajaran-bahasa-inggris-yang-tepatdosen-umy-raih-beasiswa-studi-lanjut-ke-luar-negeri.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 04:07:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.umy.ac.id/?p=1147</guid>
		<description><![CDATA[Seringnya menjumpai mahasiswa yang kurang aktif dalam belajar di kelas dan melihat metode pembelajaran bahasa Inggris yang kurang memberikan ruang dalam penggunaannya. Kemudian terdorong untuk menemukan metode pembelajaran bahasa Inggris yang paling tepat. Inilah yang kemudian mengantarkan salah satu Dosen Program Studi Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Indah Puspawati, S.Pd memperoleh beasiswa Fulbright 2010 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/Bu-Indah1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1149" title="Bu Indah" src="http://www.umy.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/Bu-Indah1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Seringnya menjumpai mahasiswa yang kurang aktif dalam belajar di kelas dan melihat metode pembelajaran bahasa Inggris yang kurang memberikan ruang dalam penggunaannya. Kemudian terdorong untuk menemukan metode pembelajaran bahasa Inggris yang paling tepat. Inilah yang kemudian mengantarkan salah satu Dosen Program Studi Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Indah Puspawati, S.Pd memperoleh beasiswa Fulbright 2010 di Indiana University of Pensylvania.<span id="more-1147"></span>Untuk menemukan metode pengajaran bahasa Inggris yang efektif itu seperti apa pada studi lanjut S2nya tersebut Indah mengambil kajian Teaching English to Speakers of other Languages (TESSOL).”TESSOL lebih kepada metode pengajaran untuk para pengajar Bahasa Inggris yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya. Misalnya para calon pengajar dari Indonesia, dimana bahasa Inggris bukan merupakan bahasa utama di Indonesia,”urai Indah menjelang keberangkatannya Jum’at (23/7) di kampus Terpadu.</p>
<p>Lebih lanjut Indah menguraikan saat ini metode pengajaran bahasa Inggris semakin berkembang. Ditambah lagi dengan semakin bervariasinya media untuk mendukung proses pembelajaran. “Namun hal itu masih perlu ditingkatkan lagi terkait dengan proses pembelajaran tersebut. Masih perlu mencari metode pembelajaran yang paling efektif itu seperti apa. Sehingga benar-benar dapat mencetak para pengajar bahasa Inggris yang benar-benar berkualitas,”jelasnya.</p>
<p>Selama proses Indah mengajar, dalam penuturannya seringkali Indah menjumpai para mahasiswa yang kurang aktif di kelas. “Mahasiswa cenderung hanya menerima tetapi kurang aktif di kelas. Baik dalam mengerjakan tugas maupun berdiskusi. Mereka cenderung hanya mendengarkan. Sehingga harus ditemukan bagaimana metode pembelajaran yang paling efektif dan mampu mendorong mahasiswa aktif mengikuti pelajaran di kelas.”tuturnya.</p>
<p>Selain itu menurut Indah selama ini metode pembelajaran yang sering ia jumpai cenderung mengajarkan teori-teori misalnya pada pemahaman grammar tetapi minim pada penggunaannya. “Ini bukan berarti grammar tidak penting. Penguasaan grammar sangat penting dalam belajar Bahasa Inggris namun yang paling penting disini bukan pada belajar bahasa Inggris tetapi penggunaan Bahasa Inggris itu sendiri. Penggunaan Bahasa Inggris dalan kehidupan sehari-hari baik penggunaan dalam menulis maupun berbicara. Yang paling utama bukan belajarnya tetapi penggunaanya,”tegasnya.</p>
<p>Indah berharap setelah menyelesaikan studi lanjutnya tersebut, Ia mampu menemukan metode pengajaran dan pembelajaran yang paling efektif. Sehingga akan semakin berkembang pula metode pembelajaran yang selama ini sudah digunakan</p>
<p>“Selama saya menngajar, saya selalu mengikuti program-program maupun seminar-seminar mengenai metode pembelajaran baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini saya lakukan untuk mengembangkan ilmu pengajaran maupun pembelajaran yang saya miliki. Selain itu dalam kegiatan tersebut kita juga dapat berbagi ilmu dengan peserta lain. Sehingga saya berharap dengan studi lanjut saya ini nantinya dapat menemukan metode pembelajan Bahasa Inggris yang efektif itu seperti apa. Dan pada akhirnya dapat berperan dalam menciptakan lulusan pengajar Bahasa Inggris yang lebih baik”pungkas Indah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.umy.ac.id/terdorong-temukan-metode-pembelajaran-bahasa-inggris-yang-tepatdosen-umy-raih-beasiswa-studi-lanjut-ke-luar-negeri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
