Dua Kelompok Mahasiswa UMY Maju tahap Regional Kontes Robot DIKTI

April 12, 2011 oleh : BHP UMY

Dua kelompok mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhak maju tahap regional Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI).

Kelompok pertama yaitu MR-C yang terdiri dari Latief Hidayat dan Erwin Yazi A. sedangkan kelompok kedua yaitu Fire Panser yang diwakili oleh Syaiful Mansyur, Suhendi serta Maharsena Nur Arif.

Kedua kelompok tersebut berhak lolos mengikuti kompetisi di tahap regional setelah lolos di tahap pertama maupun kedua. Tahap pertama merupakan tahapan evaluasi proposal yang dievaluasi secara adminstratif.

“Kemudian tahap kedua, kami diminta untuk mengumpulkan video yang membuktikan bahwa robot kami sudah berfungsi dengan baik. Dan yang dinyatakan lolos akan mengikuti tahapan pertandingan regional bersama tim lain,”jelas Latief ketika ditemui di Kampus Terpadu UMY, Kamis (7/4) siang.

Dalam penuturan Latief, tema untuk KRCI 2011 ini adalah Robot Cerdas Pemadam Api dan Robot Cerdas Pemain Sepak Bola. “Dalam KRCI 2011 ini dibagi menjadi tiga divisi, pertama divisi beroda robot cerdas pemadam api. Dimana robot bergerak menggunakan roda untuk memadamkan api. Kedua, divisi berkaki robot cerdas pemadam api. Seperti halnya robot beroda yang memadamkan api, sedangkan robot ini bergerak menggunakan kaki. Dan ketiga divisi battle robo soccer humanoid league yang mempertandingkan dua robot bermain bola.”urainya.

Sementara itu ketika ditanya mengenai kesulitan pembuatan robot, Erwin Yasi menambahkan terletak pada saat mencari kombinasi paling tepat antar sensor yang dipasang. “Seperti pemasangan sensor ping parallax yang berfungsi menelusur dinding agar tidak menabrak dan robot berjalan mulus. Kemudian pemasangan sensor api yang berfungsi mendeteksi adanya api lalu memadamkannya,”ungkapnya.

Sedangkan perwakilan dari tim Fire Panser, Syaiful Mansyur mengungkapkan perbedaan mendasar robot beroda dan berkaki hanya terletak pada alat geraknya. “Jika berkaki menggunakan alat gerak berupa alat yang menyerupai kaki sedangkan untuk robot beroda, alat geraknya berupa roda. Untuk yang lain pada prinsipnya sama,”ujarnya.

Mereka berharap keikutsertaan dalam KRCI ini dapat mengasah kemampuan mereka dalam mengaplikasikan teori-teori yang dipelajari di perkuliahan. “Kita jadi tahu bagaimana merangkai dan membuat robot. Tidak hanya  mengetahui teori tetapi juga mempraktikkan. Daripada hanya melihat mending praktik langsung,”tegas Latief.