Drama Musikal Sangkuriang Tarik Perhatian Penonton Cultural Festival UMY

Mei 20, 2017 oleh : BHP UMY

Rangkaian acara International Youth Festival yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa – Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BEM – KM UMY) ditutup dengan disenggelarakannya Cultural Festival pada Rabu malam (17/5) di Gedung Sportorium UMY. Beragam seni budaya ditampilkan dalam festival tersebut, baik lokal maupun internasional. Salah satu dari seni budaya yang dipentaskan adalah drama musikal Sangkuriang yang ternyata mampu menarik perhatian peserta. Pementasan drama musikal ini dimainkan dengan menggunakan bahasa inggris dan ditampilkan oleh Tim Savanna yang merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UMY.

Savanna sendiri merupakan klub drama musikal berbahasa Inggris milik prodi PBI UMY yang menjadi wadah bagi para mahasiswa PBI UMY untuk mengaktualisasikan diri. Tujuannya adalah untuk membawakan cerita rakyat klasik nusantara menggunakan bahasa Inggris. Meskipun belum genap berusia 2 tahun, kemampuan Tim Savanna untuk tampil di depan penonton sudah cukup teruji. “Tim Savanna baru akan berusia 2 tahun 15 Juni mendatang. Meski begitu pengalaman tim ini sudah cukup teruji. Misalnya saja Tim ini selama dua tahun berturut-turut menjadi salah satu pengisi dalam acara di SEAKATEN yang diadakan oleh UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Student English Activity UMY. Pementasan yang kami tampilkan di SEAKATEN juga berbahasa inggris, dengan demikian Savanna sudah memiliki tiga koleksi drama musikal berbahasa inggris,” ungkap Puthut Ardianto, M.Pd, selaku pembina Tim Savanna.

Tim savanna memilih cerita rakyat karena penonton biasanya sudah mengenal cerita-cerita yang dipentaskan, sehingga lebih mudah untuk dipahami dan dicerna. Dituturkan oleh Haikal, mahasiswa PBI, sebagai Pimpinan Produksi pementasan tersebut, bahwa Tim Savanna telah mempersiapkan diri sejak lama dengan berlatih, baik reading, koreografi, hingga proses rekaman. “Seluruh proses dalam mepersiapkan pementasan ini kami lakukan secara mandiri,” ujarnya.

Senada dengan Haikal, Akih Rizki Pamulih, mahasiswa PBI UMY, sebagai penulis naskah juga membenarkan pernyataan Haikal. “Naskah untuk pementasan ini sebenarnya sudah ditulis sejak tahun 2016 lalu. Kami sempat terkendala dalam memilih pemeran yang tepat, karena pementasan yang dilakukan merupakan drama musikal maka dari itu pemeran juga harus menyesuaikan dengan kemampuan bernyanyi pula,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas pementasan, Tim Savanna rutin untuk berlatih. Misalnya setiap setahun sekali, Tim Savanna mengadakan Nyanyian Alam dengan pergi ke pantai untuk melakukan vocal couching, acting coaching bahkan belajar make up secara mandiri. (raditia)