DPL Harus Taawun Dengan Mahasiswa KKN

Januari 9, 2019 oleh : BHP UMY

Para DPL saat membuat rancangan kegiatan dan pengabdian untuk mahasiswa KKN

Lembaga Penelitian, Publikasi & Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memberikan pembekalan untuk Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengenai tugas pokok mereka dalam mendampingi kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN). Acara yang dilaksanakan di Hotel Neo Awana Yogyakarta pada Sabtu (5/1/19), berfokus pada bagaimana tugas dan wewenang yang harus dilakukan oleh DPL kepada kelompok KKN yang mereka dampingi.

Rencananya KKN Tematik UMY akan mulai diterjunkan ke lokasi pada 14-15 Januari 2019. Ir. Gatot Supangkat, M.P selaku kepala LP3M menyerukan agar DPL bukan hanya menjadi fasilitator saja tetapi ikut bersama-sama terlibat dan mengawasi mahasiswa KKN dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. “Sebagai pendamping dan fasilitator mahasiswa di lapangan, DPL betul-betul harus memahami kegiatan KKN Tematik ini agar mahasiswa dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal. Mari kita melaksanakan syariat, dan saling taawun karena sesuai dengan tema Milad Muhammadiyah ke-106. Hilangkan jarak, mari kita sama-sama bekerjasama dalam melakukan pengabdian terhadap masyarakat, karena dengan tolong-menolong yang semakin kuat maka tujuan mulia bisa kita capai bersama,” ujar Gatot dalam sambutannya.

Gatot berharap KKN yang diselenggarakan UMY akan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. “Seperti contohnya di Kokoda Papua, di sana kita memberikan rumah baca kepada anak-anak sekitar agar menjadi wadah pembelajaran. Kita memberikan fasilitas itu untuk menunjukkan bahwa kita sama dengan mereka dalam memperoleh pendidikan. Begitu pula dengan KKN di Bima NTB, yang menolak untuk ditarik ketika terjadi bencana gempa. Mereka memiliki kesadaran untuk menuntaskan tugasnya, dan juga ikut membantu warga sekitar yang terdampak bencana. Saya sudah sejak 1991 menjadi DPL, jadi bapak ibu dosen pasti akan mendapat kenikmatan sama seperti yang pernah saya dapatkan ketika mendampingi mahasiswa dalam kegiatan KKN,” sambungnya.

Sebelum penerjunan lokasi KKN, DPL sudah dibebankan tugas mendampingi mahasiswa ke lapangan untuk membuat perencanaan program dalam bentuk laporan perencanaan program dengan melibatkan masyarakat, yang dilaksanakan dari tanggal 8 hingga 13 Januari. Dengan demikian seorang DPL memiliki kewajiban mendampingi dan membimbing mahasiswa KKN mulai dari observasi hingga penarikan tidak boleh ada yang terlewat, seperti yang dikatakan Dr. Adhianty, S.Sos, M.Si.

“DPL harus benar-benar tahu apa tugasnya, mulai dari observasi dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi atau menghubungi Kepala Desa maupun Kepala Dukuh. Dalam observasi DPL dan mahasiswa sama-sama mencari tahu apa potensi di wilayah tersebut, atau membuka laporan tahun lalu. Karena kita setiap tahun punya RTL (Rencana Tindak Lanjut), sehingga program yang sudah dilakukan tahun lalu mungkin bisa dilanjutkan. Kemudian setelah itu penerjunan hingga penarikan, bapak/ibu harus terus mendampingi mahasiswa KKN sampai selesai, dengan rinciannya sudah ada di buku panduan,” papar Ardhianty. (Habibi)