Debu Meriahkan UMY

Januari 19, 2011 oleh : BHP UMY

Mencari ridho Allah menjadi satu-satunya tujuan dari Grup Debu yang telah empat kali merilis albumnya di Indonesia ini bermusik di depan setiap orang.

Vokalis Debu, Mustafa menjelaskan bahwa seberapapun orang yang mendengarkan musik-musik mereka, tidak masalah. “Mau sepuluh, seratus, seratus ribu yang penting mereka semangat. Musik kami hanya memanggil orang untuk mengucap nama Allah. Yang penting kami bisa memaksimalkan musik kami agar mereka semua masuk surga,” semangat Mustafa.

Mustafa selanjutnya mengharapkan, syair-syair Debu selanjutnya tidak hanya dimainkan kampus-kampus Islam saja. “Kalau di UMY dan kampus-kampus Islam kan sudah banyak yang rajin. Kami ingin ajak semua yang belum rajin juga”, gurau Vokalis kelahiran Oregon, AS ini.

Debu menyanyikan sembilan lagu. Seperti Bahtera Mustofa kemudian Do’a Rakyat. Menurut Mustofa seringkali orang ketika disakiti orang tersebut menginginkan orang yang telah menyakiti juga merasakan itulah yang dinamakan dendam. “Padahal di dalam Islam tidak boleh dendam, yang diperbolehkan adalah do’a. Sehingga do’a adalah senjata orang mukmin”jelasnya sebelum menyanyikan lagu Do’a rakyat tersebut.

Lagu selanjutnya Macan Hutan lalu Dianggap Gila yang menggambarkan orang ketika berdzikir baru dianggap berdzikir ketika sampai ada yang mengatakan dia gila berzikir. Selain itu masih ada lagu-lagu lain yang dibawakan oleh debu yaitu Biduan dalam Istana Hati, Ucapkanlah Bersama, Malam ini dan ditutup dengan Jangan Duduk yang menggambarkan bahwa apapun yang dilakukan oleh manusia hendaknya dilakukan dengan semangat. Sebelumnya dua personel Debu, Daood dan Lutfi memainkan  kendang, yang mereka sebut dengan Main Kendang Atas Nama Tuhan yang mampu memeriahkan penonton.

Sementara itu Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMY, Rubiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa musik merupakan salah satu media untuk berdakwah. “Melalui seni dapat digunakan untuk mengatakan kebaikan. Kedatangan Debu dapat dijadikan motivasi untuk mengembangkan seni untuk berdakwah,”tegasnya.