CNE 2018 Angkat Isu Penyintas Kanker Serviks

Desember 4, 2018 oleh : BHP UMY

Continuing Nursing Education (CNE) yang merupakan agenda rutin dari Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) kemballi di gelar tahun ini di The Rich Hotel Yogyakarta, pada hari Minggu (25/11). Dikatakan oleh Rizky Shodiqurrahman selaku ketua pelaksana CNE tahun ini mengangkat tema “Palliative care : Sexual Need Fulfillment on Cervical Cancer Patient through Paliiative Care Approuch”.

Palliative care atau perawatan paliatif merupakan salah satu sistem perawatan terpadu yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita kanker hingga akhir hayat. Agar penderita bisa tetap aktif hingga akhir hayatnya juga berusaha membantu mengatasi suasana duka cita pada keluarga. “Dalam acara ini kami mengangkat suatu isu yaitu bagaimana mengatasi kebutuhan seksual penderita kanker serviks melalui perawatan paliatif tersebut,” ungkap Rizky.

Oleh sebab itu untuk membahas isu ini FKIK UMY mendatangkan narasumber yang ahli dalam bidangnya untuk berpartisipasi mengisi seminar sekaligus talkshow yang dihadiri oleh mahasiswa kedokekteran tingkat nasional. Diantaranya Pontianak, Aceh, Ciamis dan wilayah Jogja Jateng serta 79 undangan dari Dosen, Keluarga Alumni UMY, HMJ, hingga penyintas kanker dari Yayasan Kanker Indonesia.

Narasumber tersebut antara lain Prof. Dr. Yati Afiyanti, S.Kp., MN guru besar dari UI dan Ns. Dewi Puspita, S.Kp., M.Sc. Pembicara dari praktisi klinis yaitu Kaningsih, Sp.Onk., Ns PJ dari Pelayanan Keperawatan Onkologi Instalasi Kanker Terpadu Tulip RSUP Dr Sardjito dan Lili Sofia, S.Kep., Ns dari RS Hasan Sadikin Bandung, serta Khamsiah yang merupakan seorang penyintas kanker serviks.

Khasmiah yang juga merupakan Ibu rumah tangga mengatakan bahwa perawatan paliatif akan sangat membantu dirinya dan suami. Walau akan sangat jarang melakukan hubungan seksual karena penyakit yang dideritanya namun kebutuhan seksual masih bisa teratasi dengan bantuan paliatif care yang ia jalani.

“Walau kadang saya kasihan sama suami karena bahkan sampai 7 bulan lebih, tapi untung suami dapat mengerti kondisi saya. Dengan palliative care saya fikir kita kembali seperti dulu saja seperti orang pacaran, jalan berudua, pegangan tangan, bahkan selife-selfie saja sudah senang,” ungkap Khasmiah.

Menanggapi kegiatan ini Dr. drg. Tita Ratya Utari mewakili FKIK UMY mengaku sangat mengapresiasi kegiatan CNE 2018 yang diorganisir oleh mahasiswa profesi ners angkatan 25 FKIK UMY ini. “Saya sangat kagum dengan semangat dan kerja keras panitia, mampu melaksanakan kegiatan dengan luar biasa dengan peserta yang mencapai 700-an peserta,” katanya.

Selain seminar dan talkshow, CNE 2018 juga mengadakan beberapa lomba yaitu lomba poster public yang dimenangkan oleh Tim Bisa dari Universitas Brawijawa untuk juara pertama, Tim Mumtaz yang juga dari Universitas Brawijaya untuk juara kedua, dan Tim R2U dari UMY untuk juara ketiga. Kemudian lomba Video yang dimenangkan oleh Tim Kepdfour dari Poltekes Kemenkes Pontianak untuk juara pertama, Tim Himika Berkarya dari Stikes Surya Global Yogyakarta untuk juara kedua, dan Tim Mucis Film Production dari Stikes Muhammadiyah Ciamis. (Pras/BHP)