CEPP UMY Adakan Simulasi Pemilu Bagi Pemilih Pemula

April 11, 2014 oleh : BHP UMY

simulasi pemiluuCenter for Election and Political Party Universitas Muahammadiyah Yogyakarta (CEEP UMY) mengadakan simulasi pemilu untuk pemilih pemula. Acara yang bertema Rock the Vote Indonesia (RTVI) ini juga menampilkan debat partai politik, serta pendidikan pentingnya memilih dan menolak golput.

Dalam sambutan pembuka, Direktur CEEP UMY, Dr. Nur Azizah mengatakan bahwa acara tersebut bukan hanya untuk mengetahui cara-cara memilih. Namun juga untuk mengetahui seluk-beluk partai politik yang nantinya akan dipilih pada pemilu bulan April 2014 besok. “Bukan hanya mengetahui bagaimana memilih, tapi juga mengetahui bagaimana sepak terjang partai politik. Untuk itulah kita buat acara ini, di sini dapat kita lihat apa sebenarnya pemilu itu dan betapa pentingnya kita memilih,” ungkapnya di Sportorium UMY, Selasa (18/3).

Acara RTVI ini juga menyediakan stand bagi partai politik untuk menampilkan programnya untuk Indonesia. Sehingga pemilih pemula dapat bertanya langsung pada pengurus partai tentang apapun yang berkaitan dengan partai tersebut. “Di acara ini, kita nanti juga bisa mengggali informasi dari pengurus partai yang telah datang. Karena dari informasi tersebut dapat menjadikan kita sebagai pemilih yang cerdas,” ungkap Azizah.

Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut perwakilan dari Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Endang Rosawati. Dalam sambutannya Endang menyampaikan, untuk mengurangi angka golput pada pemilu 2014 ini. Karena itu, Kesbangpol melakukan sosialisasi pemilu pada pemilih pemula, dan bekerjasama dengan 43 perguruan tinggi di Indonesia. “Salah satu diantaranya kita bekerjasama dengan UMY. Semoga langkah kita ini dapat mengurangi angka golput nantinya,” jelas Endang.

Endang juga mengatakan, angka golput dari tahun ke tahun selalu meningkat. Angka golput yang terus meningkat tersebut tentunya dapat menurunkan kualitas pemimpin yang dipilih nantinya. Selain itu, banyaknya golput juga menandakan buruknya demokrasi. “Dan melalui pendidikan seperti inilah, kita bisa lebih mengetahui bahwa politik itu bukan hanya tentang korupsi dan suatu hal yang buruk. Tapi partisipasi politik itulah yang penting, agar nantinya kita mendapatkan pemimpin yang berkualitas dan bertanggung jawab,” katanya.

Sedangkan Rektor UMY Prof. Dr. Bambang Cipto mengatakan, perubahan ke arah yang lebih baik selalu dilakukan oleh pemuda dari masa ke masa. Termasuk kemerdekaan Indonesia, serta peristiwa yang bermakna lainnya. “Dari acara ini kita berharap bisa terbentuk generasi muda untuk Indonesia yang lebih berwarna, lebih bermakna dan lebih maju. Sehingga Indonesia bisa lebih baik dari waktu ke waktu nantinya,” kata Guru Besar UMY ini. (syah)