Cegah Penularan HIV/AIDS dimulai dari Diri Sendiri

Desember 4, 2010 oleh : BHP UMY

Kepedulian terhadap Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) bisa diwujudkan dalam bentuk pencegahan penularan dimulai dari diri sendiri. Mulai dari hindari seks bebas tanpa kondom, penggunaan jarum suntik secara bergantian, dan lainnya.

Bisa juga diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti yang dilakukan oleh Jaringan Muda Peduli HIV/AIDS (Jari Mulia)-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai bentuk Peringatan Hari AIDS Sedunia pada Rabu (1/12) di Kampus Terpadu UMY.

Kegiatan dengan tema we young, we know, we care, we one, we unite ini dilakukan dengan membagikan sticker, pita berbentuk lambang HIV/AIDS, serta memberikan kesempatan mahasiswa untuk menyalurkan aspirasinya melawan AIDS dengan memberikan tanda tangan di sepanjang kain putih yang disediakan .

Menurut Koordinator Kegiatan, Aditya Rachman, ketika ditemui di sela-sela orasi mengenai bahaya HIV/AIDS menjelaskan terkait tema yang pada peringatan HIV/AIDS kali ini yaitu we young, we know, we care, we one, we unite hal ini ini dimaksudkan agar sebagai generasi muda ikut berpartisipasi dalam pencegahan HIV/AIDS. “Kita generasi muda yang tahu mengenai HIV/AIDS, kita peduli dan kita bersatu untuk mencegah agar tidak bertambah lagi orang-orang yang terkena HIV/AIDS. Terlebih hingga saat ini belum ada obatnya.”urainya.

Dalam penuturannya, mencegah bertambahnya jumlah penderita AIDS bisa dimulai dari diri sendiri. “Dengan menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan tertular HIV/AIDS. Ini bisa menjadi bentuk kepedulian terhadap pencegahan AIDS,”ujarnya.

Selain itu diuraikan Aditya yang ingin ditekankan melalui kegiatan tersebut, seringkali kita paham, kita tahu dan kita peduli terhadap adanya HIV/AIDS dan penderitanya. “Namun kebanyakan tidak tahu mewujudkan kepeduliannya dalam bentuk bagaimana. Sehingga apa yang kami lakukan ini sebagai salah satu bentuk untuk mewujudkan kepedulian teman-teman mahasiswa,”tambahnya.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa HIV/AIDS itu masih ada dan mengancam siapa saja. “Ada anggapan bahwa memperingati hari AIDS merupakan bukti bahwa mendukung adanya AIDS. Padahal maksud dari peringatan ini adalah mengingatkan bahwa AIDS masih ada dan mengancam siapa saja. Padahal belum ada obatnya. Sehingga perlu kesadaran semua pihak untuk mencegah penularan HIV/AIDS dimulai dari diri sendiri,”tegasnya.