Bupati Dompu Kenalkan Potensi Daerah Ke Mahasiswa Baru Prodi Ilmu Pemerintah

Agustus 31, 2018 oleh : BHP UMY

Dalam acara Masa Taaruf (Mataf) jurusan Program Pendidikan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang bertemakan ‘Student as a Leaders for the Future’, Bupati Dompu Nusa Tenggara Barat Drs. H. Bambang M Yasin memperkenalkan potensi daerahnya di hadapan Mahasiswa Baru (IP) pada Rabu (29/8).

Menurut penuturan Bupati Dompu tersebut, masyarakat Dompu sebagian besar bermata pencaharian sebagai seorang petani di tanah kering, yang sudah berlangsung secara turun-temurun. Mulai dari menanam padi, kacang kedelai, kacang hijau hingga jagung yang masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Bambang mengaku hal itu membuat mereka jauh dari sebutan sebagai masyarakat yang sejahtera. “Bicara hasil pertanian, terkadang untuk menyambung hidup setahun itu untuk satu keluarga tidak cukup,” katanya.

Tahun 2010 Bambang ditunjuk sebagai Bupati Dompu untuk masa periode lima tahun. Dia memiliki inisiatif sebagai pewujudan nyata programnya berupa gerakan menanam jagung. Tapi tak mudah baginya meyakinkan warga untuk menjalankan program tersebut, sebelum akhirnya mendapatkan hasil dengan menjadikan Dompu sebagai daerah pengekspor jagung ke luar negeri yakni Filipina.

Tak hanya itu, menurut pengakuan Bambang, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga menentukan langsung harga jagung daerah Dompu untuk mampu memenuhi standar nasional, dengan berkunjung ke sana dan memanennya bersama warga. Sejak itu Indonesia sudah berhenti mengimpor jagung, berkat inisiasi program penanaman jagung daerah Dompu yang dilaksanakan oleh Bambang.

Terhitung dia terpilih lagi di Pilkada 2015 untuk memimpin Dompu. Dari berbagai prestasi yang ditorehkannya selama memimpin daerah yang dikatakannya masih kurang dalam segi ekonomi tersebut, ia pun mengajak para Maba untuk tidak takut bermimpi dalam mewujudkan keinginan besar dalam dirinya terutama memajukan masyarakat. Mengingat mahasiswa Ilmu Pemerintahan nantinya akan mencetak kader-kader pemimpin.

“Untuk memulai menjadi orang besar kunci pertamanya adalah fokus. Seperti saya fokus untuk mengembangkan jagung dan menjadikannya sukses. Berikutnya, orang harus mempunyai mimpi. Kalau tidak punya mimpi berarti tidak punya harapan dan pesimis. Dan yang terakhir adalah semangat yang terkontrol. Untuk mewujudkan semuanya, kita juga harus semangat,” pesannya. (Habibi)