Bulan Ramadhan, Peluang Bisnis bagi Mahasiswa

Agustus 9, 2011 oleh : BHP UMY

Bulan puasa seringkali dijadikan sebagai bentuk praktik para mahasiswa untuk melakukan wirausaha. Banyak peluang yang bisa dilakukan para mahasiswa. Mulai dari berjualan kolak di pinggir jalan atau bisnis lainnya. Begitu juga yang dilakukan salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ita Husnatin.

Menangkap peluang adanya peningkatan permintaan masyarakat khususnya untuk kebutuhan pokok di bulan ramadhan, Ita bersama teman-temannya lalu membuka usaha kuliner di bidang kue kering khas ramadhan seperti kue nastar dan kue lainnya. Selain itu mereka juga melayani permintaan pemesanan parcel.

“Kami menangkap peluang bahwa tingkat konsumsi masyarakat khususnya di bidang kuliner meningkat. Sehingga kami kemudian membuka peluang berbisnis kue kering dan memenuhi permintaan parcel,”urainya ketika ditemui di Kampus Terpadu UMY Senin (8/8).

Meskipun cara pemasarannya hanya melalui antar teman serta jejaring sosial. Tetapi selalu ada permintaan dari masyarakat. “Kami sampai saat ini tidak beriklan. Kami memasarkan produk kami hanya melalui jejaring sosial seperti facebook, kemudian melalui SMS dan sesama teman yaitu melalui sistem marketing yang kami namakan MLM atau Mulut Lewat Mulut,”ungkapnya.

Untuk meningkatkan pemasaran produk, Ita juga menggunakan sistem jaringan atau distributor. “Kami juga menjual dengan sistem jaringan atau distributor. Dan dalam waktu kurang dari seminggu sejak kami mulai menjualnya, kami telah memiliki distributor dari luar Jogja. Mulai dari Medan, Makassar, Balikpapan, Pekanbaru dan daerah lainnya. ”urainya.

Melalui cara-cara tersebut usahanya terbilang sukses, karena menurut Ita mereka mulai kewalahan akan banyaknya pesanan dari luar Yogyakarta. “Banyak pesanan baik yang langsung datang ke kami maupun dari luar Jawa. Kami sampai kewalahan dan bahkan ada beberapa pesanan yang dialihkan,”katanya.

Ita menuturkan cara pemasarannya dengan selalu memperbaiki kualitas dan jamian halal untuk semua produknya. “Selain itu kami juga memberikan jaminan tukar atau retur produk. Serta memberikan tester, sehingga calon pembeli bisa melihat dan merasakan calon produk kami. Jika melalui facebook, kami menampilkan foto-fotonya”tambahnya.

Calon pembeli dari dalam Yogyakarta dan sekitarnya menurut Ketua Student Entrepreneurship Departement (SED UMY) ini dapat memesan minimal tiga kotak. Dimana tiap kotak ada beberapa pilihan kue. Ada yang berisi empat macam kue, enam ataupun delapan. “Sedangkan pemesanan dari luar Jawa, minimal pemesanan adalah enam kotak.”jelasnya.

Terkait peluang yang bisa dipraktikkan teman-teman mahasiswa untuk berwirausaha di bulan ramadhan, Ita menuturkan banyak peluang yang bisa dilakukan. “Bulan ramadhan bisa menjadi salah satu bentuk aplikasi praktik kewirausahaan. Karena banyak peluang yang bisa dicoba, selain bisnis kue kering dan parcel. Bisa juga dengan berjualan takjil buka puasa, delivery menu sahur untuk anak-anak kost dan lainnya.”terangnya.

Dalam pemaparannya, para mahasiswa jangan pernah takut gagal. Ia menyebut kegagalan sebagai alokasi untuk belajar. “Saya sebelumnya pernah gagal dalam suatu usaha yang saya rintis. Namun saya tidak menyesalinya. Dan terus mencoba. Karena kegagalan tersebut sebagai alokasi anggaran untuk belajar,”tegasnya.