BMT UMY Berikan Santunan Pada 100 Anak Yatim

Juli 30, 2013 oleh : BHP UMY

uvs130718-006Baitul Maal wa Tamwil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BMT UMY) bekerjasama dengan keluarga Yayasan Jayeng Dipuran memberikan santunan kepada 100 anak yatim. Santunan yang diberikan dalam bentuk uang tunai tersebut, diberikan kepada anak-anak yatim yang tinggal di desa Sehat Mandiri Sejahtera (SMS) binaan UMY, Minggu sore (28/7). Desa SMS ini berada di dusun Kranggan Kulon, desa Kranggan, Galur, Kulonprogo.

Ditemui seusai acara, Ketua Pengurus BMT UMY, Misbahul Anwar, S.E., M.Si mengatakan bahwa kegiatan santunan kepada anak yatim itu sudah menjadi program tahunan BMT UMY, sejak berdirinya. Dan pada tahun ini yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1434 H, BMT UMY memberikan santunannya kepada anak-anak yatim di Galur, Kulonprogo. “Kami memilih memberikan santunan dalam bentuk uang tunai itu agar bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Bahkan mungkin juga bisa dijadikan tabungan untuk keperluan mereka yang akan datang, seperti keperluan pendidikan,” ujarnya, tanpa menyebutkan nominal besaran santunan yang diberikan.

Misbah memaparkan bahwa tahun ini kegiatan santunan disertai dengan acara buka puasa bersama tersebut diselenggarakan di desa SMS, karena ingin mensinergikan dengan tujuan mereka yang akan membuka cabang BMT UMY di kecamatan Galur. “Selain itu, karena salah satu elemen dari desa SMS ini adalah sejahtera, dan itu berkaitan dengan kesejahteraan ekonomi. Maka kami tertarik untuk ikut membantu mensejahterakan perekonomian di desa ini, khususnya ekonomi mikro,” paparnya.

Misbah juga menambahkan, pelebaran sayap BMT UMY nantinya diharapkan dapat membantu masyarakat untuk bisa mandiri secara ekonomi, dan terhindar dari praktik keuangan yang tidak syar’i. “Potensi ekonomi di kecamatan Galur ini tergolong sangat bagus. Ini juga yang menjadi faktor pendorong kami untuk bersinergi dengan desa ini,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan, Penanggung Jawab Desa SMS UMY, Ir. Gatot Supangkat, MP, yang mendasari kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim dan buka puasa bersama dengan masyarakat Galur tersebut, karena adanya teologi Al-Ma’un yang dibawa oleh KH. Ahmad Dahlan. “Itulah kenapa kami lebih dulu memperhatikan anak yatim. Tujuannya tidak lain adalah ingin berbagi menuju surga, itu yang selalu ingin kami kembangkan,” ujarnya.

Selain itu, Ir. Gatot juga memaparkan bahwa desa SMS tersebut merupakan tanah wakaf yang diberikan oleh Yayasan Jayeng Dipuran kepada UMY untuk dikelola dan diberdayakan masyarakatnya, khususnya dalam hal pengembangan desa. “Desa itu kan miniatur negara, karena memiliki perangkat atau infrastruktur yang lengkap dan mirip seperti negara. Sehingga kami berfikir, kalau desa itu dikembangkan dengan sedemikian rupa bisa mempersempit kesenjangan, baik itu kesenjangan informasi, maupun teknologi. Karena itu semua berimbas pada kesejahteraan sosial masyarakatnya,” paparnya.

Dalam upaya mengembangkan desa tersebut, lanjut Dosen Fakultas Pertanian UMY ini lagi, Pusat Studi dan Pengembangan (Pusbang) Desa SMS yang didirikan oleh UMY ini mencoba menjadikan masyarakat desa SMS di Kranggan, Galur, Kulonprogo ini, sebagai masyarakat yang mandiri. Dan untuk membangun kemandirian pada suatu desa itu minimal harus ada tiga lembaga yang juga ikut mendukungnya, yaitu pengelola teknologi, pemasaran, dan ekonomi. “Karena itulah kami di sini juga menggandeng BMT UMY untuk mendukung upaya kami, demi mewujudkan desa yang mandiri di kecamatan Galur ini,” pungkasnya.

Selain bekerjasama dengan BMT UMY dan Yayasan Jayeng Dipuran, kegiatan santunan kepada anak yatim dan buka buasa bersama masyarakat sekitar tersebut juga terselenggara atas kerjasama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCM dan PCA) kecamatan Galur, Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah (PRM dan PRA) se-kecamatan Galur, serta Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan Galur, Kulonprogo. Dua kegiatan tersebut juga diiringi pemberian tausiyah Ramadhan “Bagaimana Membangun Kesejahteraan Umat” oleh Drs. H. Sukriyanto AR., M.Hum, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang juga merupakan putra dari AR. Fakhruddin, ketua umum Muhammadiyah periode 1971-1990.