Biaya Kuliah Murah, Prancis Banyak diminati Pelajar Internasional

Mei 20, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_6364

Negara Prancis yang terletak di jantung Eropa ini, selain disebut sebagai kiblat fashion masyarakat dunia, Prancis juga dikenal dengan tempat tujuan kuliah bagi pelajar Internasional. Banyaknya minat pelajar untuk melanjutkan studinya ke Prancis karena di negara tersebut memiliki perguruan tinggi elite dan terkemuka, serta biaya kuliah relatif lebih murah dan masa depan yang menjanjikan. Selain itu, banyaknya jumlah pendidikan negeri di Prancis juga menjadi daya tarik para pelajar asing untuk lebih memilih melanjutkan studinya di negara tersebut.

“Prancis memiliki universitas yang diperhitungkan dengan total 75 perguruan tinggi negeri yang tersebar di Prancis. Pemerintah menanggung biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri, sehingga menjadikan biaya kuliah di Prancis lebih murah,” jelas Mazayannisa, selaku direktur Warung Prancis se-Indonesia, saat menjelaskan studi di Prancis dalam acara talkshow “Bonjour!” pada Kamis, (19/05) di Hall Warung Prancis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Untuk biaya pendaftaran, Maza menjelaskan bahwa biaya studi di Prancis termasuk yang murah di dunia. Pemerintah telah menetapkan biaya anggaran pendidikan untuk semua universitas, dengan biaya disama ratakan untuk semua jurusan. Pengecualian ada pada program studi teknik yang cenderung lebih mahal. “Rata-rata mahasiswa hanya perlu membayar di bawah USD 1.000 atau sekitar Rp. 13.3 juta pertahun. Untuk biaya kuliah, pemerintah menyamakan hak untuk pelajar domestic maupun pelajar asing. Hal ini karena pemerintah Prancis memandang, para pelajar sebagai modal pendapatan kekayaan negara. Sehingga pemerintah memudahkan semua pelajar melanjutkan studinya di Prancis,” papar Maza.

Sebagai negara ke tiga penerima mahasiswa asing, Maza melanjutkan bahwa Prancis menempatkan 11 universitas di Prancis masuk dalam 250 besar QS World University Rankings. Dua diantaranya masuk dalam daftar 5 universitas terbaik di Eropa, serta masuk dalam 50 kampus top dunia. “Studi di Prancis menjadi pintu gerbang menuju dunia Internasional. Adanya perguruan tinggi elit dibuktikan masuknya dua kampus ke dalam 50 universitas terbaik dunia, Ecole Normale Superieure Paris, dan Ecole Polytechnique Paris Tech,” jelasnya.

Sementara itu, Yerry Wiryawan selaku pembicara Doktor Sejarah EHESS Paris mengungkapkan bahwa belajar di Prancis selain biaya terjangkau, lulusan Prancis rata-rata menjadi rebutan berbagai perusahaan di seluruh Eropa. “Belajar di Prancis memiliki ciri yang berbeda. Biasanya para pelajar hanya menguasai Bahasa Inggris, namun di Prancis ini mengharuskan untuk bisa berbicara Bahasa Prancis. Kelebihan inilah yang bisa mempermudah melamar di berbagai perusahaan terkemuka dunia, khususnya di Eropa,” jelas Yerry.

Selain itu, kemudahan yang diberikan pemerintah bagi pelajar asing yaitu bagi yang belum mahir berbahasa Prancis, terdapat program pemerintah dengan kursus Bahasa Prancis selama 3 bulan. “Dulu saya belum mahir berbahasa Prancis. Sehingga tidak bisa mengikuti pembicaraan orang-orang Prancis. Saya mengikuti kursus selama 3 bulan yang bertempat di kota kecil Prancis. Kunci agar lebih cepat mahir berbahasa Prancis, diterapkan saja meskipun salah,” kenang penerima beasiswa Bakrie Graduate Fellowship (BGF) tersebut.

Acara talkshow yang menghadirkan dua pembicara tersebut mengusung tema “Studi di Prancis,” Direktur Warung Prancis UMY, Puthut Ardianto, M.Pd mengatakan bahwa dengan diadakan talkshow tersebut sebagai salah satu ajang memperkenalkan Warung Prancis yang ada di UMY. Selain itu, talkshow yang menghadirkan tokoh yang berpengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan Prancis.

“Talkshow ini diadakan setiap bulannya, sebagai cara untuk membawa Bahasa Prancis agar mudah dikenal melalui berbagai pintu-pintu, seperti game. Dengan diadakan beberapa agenda ini, memperkenalkan mahasiswa agar lebih dekat dengan Warung Prancis,” papar Puthut. (hv)