Bersama Federasi, Pemerintah Memiliki Tanggung Jawab Lakukan Pembinaan Bibit Pesepakbola

April 26, 2019 oleh : BHP UMY

Sepakbola menjadi olahraga yang paling menarik perhatian masyarakat Tanah Air. Namun, animo besar rakyat Indonesia terhadap si kulit bundar harus tertahan dengan minimnya prestasi dari Tim Nasional (Timnas) sepakbola pada level Senior. Untuk menyelesaikan permasalahan itu, pemerintah daerah yang ada di seluruh Indonesia memiliki peran yang penting untuk menghasilkan pesepak bola yang unggul dengan melakukan pembinaan sejak usia dini, membangun fasilitas latihan yang memadai, mengadakan kompetisi berjenjang secara rutin, dan membangun kerjasama yang baik dengan Persatuan Sepekbola Seluruh Indonesia (PSSI) selaku oraganisasi induk sepakbola di Tanah Air.

Wakil Ketua Umum Asprov PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta, Wahyudi Kurniawan, S.IP mengatakan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan atlet sepakbola sejak dini. “Kita selalu berharap pemerintah daerah bisa untuk bekerjasama dengan kami,” ujarnya saat menghadiri Talk Show Politik Sepakbola “Tata Kelola Sepakbola Lokal dan Kontribusi Pemerintah Daerah” yang dilaksanakan oleh Korps Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Komap UMY) di Gedung K.H. Ibrahim Kmapus Terpadu UMY pada, Kamis (18/4).

Wahyudi pun menambahkan bahwa saat ini fasilitas latihan sepakbola di Indonesia sangat kurang memadai untuk mendukung perkembangan bibit muda. Untuk itu, peran serta dari pemerintah untuk membangun dan merawat lapangan yang diperuntukan untuk latihan sepakbola sangat penting. “Infrastruktur ini menjadi salah satu hal yang paling signifikan. Salah satunya adalah (Kabupaten) Sleman ini punya hampir 200 lapangan sepakbola, tapi hanya 10 persen saja yang layak untuk kegiatan sepakbola. Mulai dari ukuran yang tidak sesuai, kerataan, dan rumput yang jelek bahkan berdebu. Rata-rata kondisi lapangan di Indonesia seperti ini. kita selalu berharap pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan kami,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Internasional yang juga menjabat sebagai Manajer Tim PS HW UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc menuturkan bahwa kondisi federasi yang baik dapat melakukan pengawasan pada tiap klub professional maupun amatir agar bisa maju. Selain itu juga, penyelenggaraan kompetisi berjenjang yang rutin dilakukan menjadi modal yang bagus untuk perkembangan pesepakbola muda.

“Sepakbola yang maju biasanya memiliki tata kelola federasi yang baik untuk membina semua klub. Kemudian kompetisi dalam berbagai tingkatan juga harus sering dilakukan sebagai salah satu cara untuk membina para pemain muda yang ada,” ungkap Nurmandi.

Pada akhir diskusi, Fajar Junaedi, S.IP., M.SI., menyampaikan bahwa peran pemerintah daerah memiliki peranan yang besar untuk ikut mendukung perkembangan sepak bola dengan melakukan pendampingan bersama federasi tingkat provinsi atau pun daerah. “Kalau mau sepabola maju pemerintah harus banyak berinfestasi melalui pembinaan. Bukan melakukan kegiatan politik melalui sepakbola yang cuma bertujuan untuk tebar pesona,” tutup Dosen Ilmu Komunikasi UMY yang juga menjadi pengamat sepakbola lokal.(ak)