BEM FPB UMY dan AIESEC Adakan Seminar Kepemimpinan

November 3, 2018 oleh : BHP UMY

BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Pendidikan Bahasa (FPB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan kolaborasi dengan AIESEC Yogyakarta dalam penyelenggaraan kegiatan seminar latihan dasar kepemimpinan. Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah jiwa Pemimpin Muda Era Milenial yang membahas mengenai aktualisasi diri dan bagaimana mengenali dan memanfaatkan potensi diri. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu (3/11) di ruang Ampiteater gedung KH Ibrahim E6 kampus terpadu UMY.

Dalam pembukaan yang disampaikan oleh Dedi Suryadi, M.Ed., Ph.D selaku Wakil Dekan II FPB UMY, pemimpin merupakan sebuah karakter yang penting untuk dimiliki oleh seseorang. “Menurut saya manusia dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok. Salah satunya adalah manusia wajib, dimana mereka adalah jenis yang kehadirannya harus selalu ada di tengah-tengah masyarakat. Contohnya adalah mereka yang memiliki karakter pemimpin, karena mereka mampu menjadi panutan dan juga memberikan manfaat bagi orang di sekitarnya. Karakter ini perlu dimiliki oleh anda sebagai mahasiswa, agar anda tidak jadi manusia yang makruh atau malah haram,” ujarnya.

lebih lanjut, dijelaskan oleh Hera Dwi Maghfiroh, Duta ASIAN Games 2018 selaku pembicara bahwa kriteria pemimpin dapat dimiliki oleh setiap orang. “Menjadi seorang pemimpin bukan merupakan bakat bawaan dan dapat dilatih oleh setiap orang yang memiliki kemampuan kognitif yang baik. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memahami, mendengarkan dan memanfaatkan potensi yang anda miliki, karena itu menjadi pemimpin harus dimulai dari dalam diri sendiri. Menjadi pemimpin berarti menjadi orang yang punya kejelasan visi tentang hidup mereka dan tahu apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Hera menyampaikan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin namun kadang potensi tersebut harus digali dan diaktualisasikan terlebih dahulu. “Ada beberapa sikap yang dapat kita adopsi untuk mampu mengatualisasikan potensi yang kita miliki. Pertama adalah menjadi warga yang mendunia dengan lebih peka terhadap berbagai isu yang terjadi di sekeliling kita dan mau berkontribusi untuk menjadikan lingkungan kita lebih baik. Kemudian kedua adalah menjadi pribadi yang berorientasi pada solusi dalam menghadapi masalah, bukan dengan menyalahkan. Selanjutnya adalah mampu membantu memberdayakan orang di sekitar kita dengan melakukan komunikasi yang baik. Lalu yang terakhir adalah menyadari dan menerima diri sendiri, pahami diri dan pegang prinsip anda, juga terus kembangkan minat anda,” ujarnya. (raditia)