Bangun Kapasitas Diri Penting Untuk Siap Nikah

Maret 29, 2018 oleh : BHP UMY

Pembahasan mengenai masalah percintaan di kalangan muda sangat ramai akhir-akhir ini dibicarakan oleh masyarakat Indonesia. Seringkali pembahasan mengenai isu ini kemudian membentuk opini yang mendorong kalangan muda untuk segera menikah dan menyempurnakan agamanya tanpa persiapan yang matang. Padahal ada proses yang seharusnya dijalani dulu oleh kalangan muda ini, yaitu penguatan kapasitas diri. Hal tersebut disampaikan oleh Rizal Wahid yang bertindak sebagai pembicara dalam Tabligh Akbar dengan tema Tinggalkan Dia Karena-Nya. Kajian tersebut diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di masjid KH Ahmad Dahlan pada hari Rabu (28/3).

Rizal menyebutkan bahwa penting bagi kalangan muda untuk mempersiapkan kapasitas diri sebaik mungkin. “Meningkatkan kapasitas di sini harus dilakukan baik untuk kehidupan dunia maupun di akhirat kelak. Dekatkan diri anda kepada Yang Maha Kuasa serta cari bekal sebaik mungkin untuk kehidupan anda di dunia, karena menikah bukan pelarian anda yang ingin buru-buru. Ada proses yang harus anda lewati secara pribadi dan dipersiapkan agar anda bisa menjalani fase setelah menikah dan tidak kemudian menyesal di tengah jalan,” jelasnya.

Rizal menyampaikan bahwa ia tidak bermaksud untuk mengecilkan hati kalangan muda yang ingin menikah. “Ini bukan untuk menggembosi semangat kalian yang ingin menikah, hanya sebagai pengingat bahwa tidak seluruh hal yang berhubungan dengan menikah akan mudah. Jangan sampai perasaan anda yang menggebu-gebu mengalahkan logika dan akal anda. Jadilah pribadi yang memiliki kapasitas yang mumpuni untuk diri anda sendiri dan juga untuk pasangan anda kelak, juga kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang kelak diri anda akan dimintai pertanggungjawaban,” ungkapnya.

“Terlebih bagi para kaum Hawa, karena banyak dari kalian yang malah kemudian menjadi korban dari ketergesaan ini. Perlu diingat bahwa kita hidup dengan memilih dan saya rasa anda bisa memilih untuk menjadi pribadi yang ekslusif ketimbang menjadi mawar cantik di tengah kota yang dapat dipandang dan disentuh oleh setiap orang yang lewat. Isilah keseharian anda dengan aktivitas yang baik dan membangun kapasitas diri, pilihlah untuk menjadi orang yang memiliki nilai tambah di hadapan Allah. I’tikad baik untuk semakin mendekatkan diri kepada kepada Yang Maha Kuasa pasti akan diganjar dengan hal yang baik pula,” paparnya. (raditia)