Bahasa Sebagai Media Lintas Budaya, KOMAHI UMY Kembali Gelar Kompetisi Debat Nasional

Mei 7, 2018 oleh : BHP UMY

Untuk kedua kalinya Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAHI UMY) Divisi Bahasa dan Budaya kembali mengadakan ajang Kompetisi Nasional Debat Mahasiswa (KONBAWA). Kompetisi debat tersebut diselengarakan pada Jum’at (4/5) hingga Sabtu (5/5). Dalam kompetisi tersebut, KOMAHI UMY mengangkat tema bahasa sebagai media dalam pemahaman dan pengetahuan lintas budaya.

Arief Yudhanto selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa penyelenggaraan lomba debat tersebut bekerja sama dengan Jogja debat Forum (JDF) yang berperan sebagai juri dalam lomba debat. Ia juga menambakan bahwa ada 13 tim dari 11 universitas yang bertanding selama 2 hari tersebut, yaitu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY), UIN-Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Syiah Kuala Aceh (UNSYIAH), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Mengacu pada Divisi Bahasa dan Budaya, seluruh tim debat menggunakan nama bahasa daerah yang ada di Indonesia diantaranya Mejuajuah oleh UMSU, Kayungyung oleh UNPAD, Bahasa Makian Dalam oleh UNJ, Labuan Bajo oleh UB, Wae Rana oleh UAJY, Dela oenale oleh UIN Syarif Hiddayatullah Jakarta, sansakerta oleh UGM, Basemah dan Sae Pisan oleh IPB, Aceh oleh UNSYIAH, Banggai oleh UNY, Enggano dan Kaure oleh UMY.

Arief juga menjelaskan, dalam kompetisi tersebut, pihaknya menggunakan sistem debat act parlementary yang terdiri dari pihak pemerintah dan pihak oposisi dengan mengacu pada isu yang diperdebatkan. Arief mengatakan mosi yang diperdebatkan tetap mengacu pada tema acara. “Kompetisi ini diadakan juga sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi bahwa kita lebih baik menyelesaikan masalah dengan berdebat dan berdiskusi ketimbang melakukan tindakan anarkisme. Kami juga berharap melalui kegiatan ini bisa memunculkan mahasiswa-mahasiswa dengan pemikiran yang cerdas,” pungkasnya.

Adapun yang keluar sebagai juara pertama dalam kompetisi ini adalah UMY, disusul juara kedua diraih oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Best Speaker yang juga kembali diraih oleh perwakilan UMY, yakni Yopi Irianto Panud. (pras)