Bahasa Bukan Suatu Penghalang

November 29, 2012 oleh : BHP UMY


Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia untuk saling berinteraksi. Tanpa bahasa yang sama manusia tidak dapat berinteraksi, karena bahasa adalah sumber terciptanya interaksi manusia. Perbedaan bahasa juga menjadi masalah bagi beberapa mahasiswa Thailand yang sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Meskipun demikian perbedaan itu tak menyurutkan mahasiswa Thailand ini melanjutkan pendidikannya di Indonesia.

Masalah utama inilah yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa Thailand Maisaroh Samaae saat Pertemuan dengan Konselor dari Southern Border Provinces Administrative Centre (SBPAC) Mongkol Sinsomboon , Selasa (28/11) di Ruang Sidang AR. Fakhrudin A Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pertemuan ini merupakan diskusi antara perwakilan pemerintah Thailand dengan Mahasiswa Thailand di Indonesia yang bertujuan untuk memonitor dan meninjau bagaiamana kehidupan mahasiswa Thailand di Indonesia.

Mai memaparkan bahwa dalam pergaulan pun mereka masih belum begitu bisa bergaul dengan mahasiswa lain dari Indonesia. “Awal kami ke Indonesia memang sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia, walaupun sudah mendapatkan pelatihan selama dua bulan namun tatap saja ada bahasa Indonesia yang belum bisa kami mengerti,” paparnya.

Selain perbedaan bahasa, makanan pun menjadi masalah berikutnya dari Mahasiswa Thailand. “Dalam hal makanan juga perlu proses yang tidak cepat untuk menyesuaikan dengan makanan Indonesia,” lanjutnya.

Disisi lain Mai menjelaskan bahwa kendala-kendala tersebut tidak mengurungkan niat mereka untuk melanjutkan pendidikannya. “Walaupun bahasa menjadi kendala terbesar, namun tak meyurutkan niat kami untuk tetap belajar disini, “ jelasnya.

Sekitar 600 Pelajar Thailand telah tersebar diseluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan bentuk nyata kerjasama antara Muhammadiyah dengan SBPAC yang dimulai sejak 2009 dengan memberikan beasiswa penuh kepada pelajar Thailand.  Kerjasama yang ditandai dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) ada ketika Muhammadiyah berhasil menjadi mediator atas konflik yang terjadi di Thailand bagian Selatan.

Mongkol mengungkapkan bahwa dengan adanya kerjasama ini membuat mahasiswa Thailand nantinya akan berkontribusi bagi rakyat Thailand sepulangnya dari Indonesia, “ Pemerintah Thailand telah menjamin kehidupan mahasiswanya setelah menyelesaikan pendidikan disini karena adanya MoU tersebut, dan nantinya merekalah orang-orang yang sangat diharapkan bisa berkontribusi kepada rakyat Thailand agar kelak konflik serupa tidak terjadi lagi.” Ungkapnya.