Androaids FK UMY Bersama “dr. OZ Indonesia”

Desember 2, 2013 oleh : BHP UMY

Memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember, Muhammadiyah Medical Students’ Activities (MMSA) FK UMY menyelenggarakan seminar bertajuk Awareness Day for HIV/Aids (Andro Aids). Kegiatan tersebut sengaja digelar sebagai upaya untuk mengurangi tindakan diskriminasi pada penderita HIV/AIDS. Seminar berlangsung di Hall AMC Sabtu pagi (1/12) menghadirkan pembawa acara dr. Oz Indonesia, dr. Ryan Thamrin selaku pembicara.

 
Ryan Thamrin dalam paparannya menekankan stigma negative pada penderita AIDS saat ini banyak muncul di masyarakat. Stigma itu, kata Ryan, tidak hanya muncul pada masyarakat awam namun juga pada tenaga kesehatan. Hal itu terjadi karena masih minimnya edukasi tentang AIDS yang benar di lingkungan masyarakat. “Prioritasnya selain angka kejadian tapi juga stigma. Pandangan atau penilaian tertentu pada penderita HIV/AIDS memang sudah berakar di Indonesia. Tombak awal pencegahannya adalah dokter dan paramedis.”
 
Host acara TV dr. Oz Indonesia itu mengungkapkan, untuk menghilangkan stigma itu perlu adanya pemahaman pada masyarkat. “Stigma yang muncul dibentuk oleh kita sendiri, memberikan pemahaman adalah tanggung jawab seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan,” ungkapnya.
 
Namun Ryan tidak memungkiri saat ini masih banyak juga tenaga kesehatan yang seharusnya lebih tahu tentang faktor-faktor penularan AIDS justru memiliki stigma yang salah pada penderita AIDS. Para medis, lanjut Ryan, juga perlu diberikan edukasi dan melakukan pembenahan. “Tidak hanya umum yang diedukasi tapi juga tenaga kesehatan. Protap harus secara intens diberikan agar mengurangi stigma itu. Teman medis harus buka mata dan pikiran, kita benahi internal,” katanya di depan peserta.
 
Karena banyaknya informasi yang berdar di masyarakat, sehingga masyarakat cenderung mendiskriminasi para penderita HIV/AIDS pada kehidupan sehari-hari. Padahal, kata Ryan, AIDS tidak menular melalui aktivitas seperti bersalaman dan berpelukan. “AIDS tidak menular lewat bersentuhan, senggolan, salaman, berpelukan, bahkan berciuman dengan penderita AIDS,” jelasnya.
 
Lebih jauh ia menjelaskan, AIDS hanya menular melalui hubungan seksual, transfusi darah, penggunaan jarum suntik, dan penularan ibu hamil kepada bayinya. AIDS pun, tambah Ryan, tidak akan menular dengan menggunakan peralatan makan bersama, gigitan nyamuk, terkena keringat, air mata dan ludah. “Media penularannya melalui cairan darah, sperma, dan cairan vagina,” imbuhnya.