Al Qur’an Memberikan Koridor Yang Tepat Bagi Sains

Agustus 11, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_1081

Al Qur’an menuntun kita untuk mengksplor alam semesta ini. Di dalam Al Qur’an terdapat Ayat-ayat Qauniyah yang menjelaskan fenomena alam semesta. Setidaknya ada 750 ayat yang secara tegas menguraikan hal-hal yang menyangkut alam semesta. Hal tersebut belum termasuk ayat-yat yang membahasnya secara tersirat.
Sains dan teknologi bukan semestinya sebagai hal materialistik dan sekuler seperti yang ada saat ini, melainkan menurut Islam dengan bimbingan Allah SWT melalui Al Qur’an dan ayat Qauniyahnya, akan menjadi rahmat bagi seluruh alam ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Ir Agus S. Djamil M.Sc dalam Seminar Al Qur’an rangkaian acara Festival Al Qur’an Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah Tingkat Nasional, bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung AR. Fachrudin B lt. 5 Kampus Terpadu UMY, Kamis (11/8). Seminar tersebut bertemakan “Al Qur’an untuk Pengembangan Sains”.

Agus Djamil melanjutkan bahwa Selain menuntun manusia untuk mengeksplor alam, Al Qur’an juga memberi koridor yang tepat bagi kemajuan ilmu. “Salah satu perwujudan reaktualisasi Al Qur’an dalam pengembangan sains adalah mencermati ayat-ayat Qauniyah. Melalui ayat-ayat tersebut, Allah SWT seakan memberi petunjuk dan membimbing eksplorasi pada koridor yang tepat dan akan membawa pada penemuan yang bermanfaat,”jelasnya.

Penulis buku “Al Qur’an dan Lautan” ini membagikan pengalamannya sebagai praktisi minyak dan gas yang tertarik mengkaji Al Qur’an. Sebagai orang yang bekerja di laut, beliau mengagumi lautan dan mulai membuat kajian ayat-ayat Al Qur’an tentang lautan. “Secara tegas Al Qur’an membahas fenomena Alam, khususnya lautan. Sebanyak 41 kali ayat di dalam Al Qur’an menyebut tentang Lautan. Artinya terdapat sesuatu yang spesial di dalam lautan yang Allah ingin berikan kepada manusia,” ujar Djamil.

Djamil juga menyarankan perlunya pemahaman ayat-ayat Qauniyah di dalam Al Qur’an ke dalam dunia sains dan teknologi karena akan menuntun ilmuwan ke penemuan-penemuan baru. Djamil yakin penemu-penemu tidak akan kehilangan arah jika berpegang pada Al Qur’an. “Saya yakin bahwa ayat Qauniyah akan dapat membimbing ilmuwan melakukan loncatan-loncatan dalam penemuan dan inovasi mereka. Ilmuwan tidak akan lagi meraba-raba dengan premis-premis yang belum tentu kebenarannya ala sains barat. Mereka akan secara efektif berada dalam koridor pencarian yang tepat sehingga menemukan sebuah penemuan yang berguna bagi umat manusia,” tambahnya.

Keyakinan Djamil juga ada pada Indonesia. Menurutnya, Indonesia bisa tampil sebagai bangsa yang besar dalam ilmu dan teknologi karena memiliki sumber daya yang besar. “Kita bisa mulai dengan ‘menengok ke halaman rumah kita’. Halaman yang dimaksud adalah negara Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, mayoritas daerahnya adalah lautan. Al Qur’an semestinya dipakai sebagai rujukan untuk mentransformasikan keunggulan bangsa Indonesia sebagai umat Islam, yang mampu memberikan solusi berbagai persoalan modern yang sedang terjadi,” tutupnya. (bagas)

Sharing is caring!