Al Qalam Institute Ateneo De Davao University Belajar Keuangan Syariah di UMY

November 13, 2013 oleh : BHP UMY

PictureUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta menerima kunjungan dari research center Al Qalam Institute Ateneo De Davao University Filipina, Kamis pagi (13/11) di ruang sidang komisi Ar Fahrudin A. Kunjungan tersebut terkait penjajakan kerjasama antara Al Qalam Institute dengan UMY dalam bidang Islamic Finance.

Mussolini S. Lidasan selaku executive director Al Qalam Institute mengungkapkan kunjungannya bersama puluhan delegasi lain dari Ateneo De Davao University Filipina untuk belajar lebih jauh tentang Islamic Finance di UMY. “Kami ingin belajar lebih jauh mengenai Islamic Finance. Kami ingin belajar lagi untuk mengenalkan sistem keuangan syariah di negeri kami.”
Mussolini mengaku lembaganya yang dipimpinnya berada di kampus yang mayoritas civitas akademikanya beragama Kristen, kendati demikian kampus tersebut tetap mendukung kegiatannya. “Universitas kami sebagaian besar mahasiswanya adalah Kristen namun mereka tetap mendukung kami untuk melakukan penelitian dan tahun depan kami akan menjadi fakultas tersendiri,” paparnya.
Mussolini mengatakan pihaknya sengaja datang ke UMY karena rekomendasi Konsulat Jenderal RI Davao yang menilai UMY telah memiliki pengalaman yang banyak tentang keuangan syariah. “Kami mengunjungi UMY karena rekomendasi konjen RI untuk berkordinasi dengan UMY yang telah punya banyak pengalaman tentang keuangan syariah,” tambahnya.
Drs. Soehardi, MBA selaku perwakilan Konsulat Jenderal RI yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan Al Qalam Institute saat ini masih kekurangan sumber daya manusia dalam mengembangkan keuangan syariah di Filipina. Sehingga, lanjut Soehardi, pihaknya merekomendasikan untuk membentuk kerjasama dengan UMY. “Mereka masih kekurangan sumber daya manusia sehingga konjen menyarankan untuk menjalin kerjasama dengan UMY untuk mengembangkan akdemik. Bapak konjen sangat mengapresiasi UMY,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Biro Kerjasama UMY Dr. Ir. Indira Prabasari, MP mengungkapkan UMY saat ini telah memiliki mahasiswa dari Filipina di berbagai fakultas. Indira menyatakan sudah sewajibnya UMY membantu Al Qalam Institute yang notabene adalah muslim. “Kita adalah saudara, sudah sewajibnya kami membantu anda. Apabila di masa depan kami membutuhkan bantuan anda juga dapat membuka tangan anda untuk kami,” jelasnya. (Lalu)