Akuntansi UMY Sosialisasikan Audit Berbasis ISA

November 22, 2013 oleh : BHP UMY

ISA UMY

Seiring dengan banyaknya perusahaan multi nasional yang masuk ke Indonesia. Program studi (Prodi) Akuntansi UMY berkerjasama dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia adakan sosialisasi audit berbasis InternasionalStandards on Auditing (ISA), Jum’at (22/11).

 

Ketua jurusan Prodi Akuntansi UMY Dr. Ietje Nazaruddin, M.Si, Ak, CA dalam sambutannya menyampaikan, Indonesia yang masuk dalam negara anggota G-20 dan rekomendasi bank dunia dengan modal tersebut maka akan menjadi pendorong bagi Indonesia dalam menggunakan standar profesi internasional. “Dengan adanya ISA ini, akan meningkatkan kepercayaan investor global terhadap kualitas informasi keuangan Indonesia,” jelas dosen ekonomi ini di acara yang bertempat di gedung AR. Fachruddin A UMY.

 

Sedangkan Peneliti  Ekonomi yang juga penulis buku profesi akuntansi, Theodorus M. Tuanakotta, menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara dengan Sumber Daya Alam yang banyak, serta akan adanya Asean Economic Community (AEC) tahun 2015. Maka pelayanan atau kajian profesi yang berstandard internasional sangat dibutuhkan. “ Adanya ISA ini bisa menyatukan tujuan berbagai negara untuk memajukan ekonomi secara global. Karena mau tidak mau kita akan menghadapi pasar global,” jelasnya di UMY.

 

Theodorus mengungkapkan, peralihan dari sistem yang biasa ke ISA ini baru berlaku di Indonesia pada 1 Januari 2013. Sedangkan untuk perguruan tinggi belum terlalu populer, sehingga sosialisasi ke perguruan tinggi sangat dibutuhkan. “Secara keseluruhan memang belum tersosialisasikan ke perguruan tinggi, tapi kita terus berusaha hingga sekarang untuk mensosialisasikannya. Dengan adanya dosen yang paham, untuk selanjutnya dosen bisa mengajarkan pada mahasiswa,” ujarnya saat diwawancarai disela acara.

 

Adapun perbedaan antara sistem audit lama dengan baru menurut Theodorus diantaranya, ISA diperbolehkan auditor berkreasi dan berpikir dengan prinsip tertentu. Sedangkan yang standar lama, terlalu banyak petunjuk dan membatasi kreatifitas auditor. “Dengan ISA auditor mempunyai kesempatan berpikir dan menyesuaikan kondisi, sedangkan sistim lama sudah ditentukan, tidak bisa disesuaikan dengan kondisi. Sehingga adanya kerancuhan,” ujarnya.

 

Dalam pemaparannya Theodorus menjelaskan, profesi audit diakui bukan hanya sebatas memakai standar ISA. Selain itu, auditor juga harus bisa dipercaya dengan tidak membantu keuangan yang berisiko. Karena keuangan yang berisiki dan krisis biasanya terdapat peyelewengan dana atau adanya kasus korupsi. “auditor tidak sama dengan dokter. Jika dokter harus membantu orang yang sekarat atau kondisinya parah. Tapi auditor harus melihat dan berhati- hati menangani yang krisis tersebut,” jelasnya. (syah)