ABU Robocon Jadi Tolak Ukur Kemajuan Teknologi Masa Depan

Agustus 21, 2015 oleh : BHP UMY

Tak dapat dipungkiri lagi jika dewasa ini teknologi yang berkembang di seluruh dunia semakin pesat. Inovasi-inovasi terbaru dari kecanggihan teknologi pun sudah banyak ditemui, termasuk pula diantaranya robot-robot canggih yang bisa membantu bahkan menggantikan tugas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini pun tidak menutup kemungkinan jika robot-robot tersebut pun akan berkembang lebih canggih dan cerdas lagi. Sebagai tolak ukurnya, saat ini pun sudah semakin banyak kompetisi-kompetisi robot yang diselenggarakan oleh berbagai negara di dunia.

Sebagaimana dikatakan oleh Presiden Asia-Pasific Broadcasting Union (ABU), Cho Dae-hyun dalam pernyataan resminya. Menurutnya, banyaknya kompetisi-kompetisi robot di dunia ini menjadi tolak ukur dari kemajuan teknologi di masa depan. Begitu pula dengan diadakannya kembali Kontes Robot ABU Asia-Pasific Robot Contest 2015 yang ke-14. Menurutnya, Kontes ABU Robocon yang sudah memasuki usia 14 tahun ini, juga sebagai dasar untuk memajukan pembangunan teknologi di masa yang akan datang. “Saya yakin selama kompetisi ini berlangsung, akan ada banyak pengetahuan baru yang akan diperoleh para peserta, dan teori asli dalam pembuatan teknologi ini akan diuji dalam kompetisi ini. Saya juga percaya bahwa kontes ABU Robocon ini juga menjadi dasar bagi kita untuk memajukan pembangunan teknologi masa depan untuk menciptakan sumber daya yang lebih baik lagi bagi negara-negara di wilayah Asia-Pasifik,” ujarnya.

Cho Dae-hyun memaparkan bahwa sejak kontes ABU Robocon pertama kali diselenggarakan pada tahun 2002, kontes robot internasional ini telah berkembang dan mulai dikenal oleh orang banyak di dunia, khususnya mahasiswa. Setiap tahunnya, ratusan mahasiswa dari berbagai negara mengikuti kontes ABU Robocon tingkat nasional yang diselenggarakan oleh masing-masing negaranya. “Dan pada tahun 2015 ini, mereka juga telah kembali berkompetisi di negaranya masing-masing. Untuk kemudian mengikuti kompetisi finalnya di Yogyakarta, Indonesia. Karena itu, kami mendorong pada semua tim yang berkompetisi dalam ABU Robocon 2015 ini untuk tidak hanya sekadar berkompetisi, tapi juga saling berbagi dengan tim-tim lainnya, baik itu mengenai ide-ide, keterampilan yang inovatif, maupun teknik mereka dalam merangkai robot,” paparnya.

CEO dan Presiden Korean Broadcasting System (KBS) ini juga memberikan apresiasi kepada Indonesia, khususnya Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang telah bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan kontes robot ini. Ia juga mengapresiasi kerja keras yang dilakukan untuk menyambut ABU Robocon 2015 yang bertemakan Robot Badminton (Robominton) ini. “Saya berharap adanya ABU Robocon ini dan komitmen panitia penyelenggara, baik yang dari Indonesia maupun Tokyo-Jepang, bisa menginspirasi generasi muda berikutnya,” tutupnya. (sakinah)