4th Asian International Confrence on Humanised Health Care Resmi di Buka

Desember 13, 2013 oleh : BHP UMY

Pemukulan gong oleh rektor UMY resmi membuka 4th Asian International Confrence on Humanised Health Care (AIC-HHC) 2013 di ball room Nakula Sadewa hotel Inna Garuda, Kamis (12/12). Konfrensi yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Kesehatan (PSIK) UMY itu mengambil tema Inter Collaboration of Health Care Professional For Better Humanised Health Services; Facing ASEAN Community 2015. Acara dihadiri puluhan peserta dari dalam dan luar negeri itu bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan menciptakan sinergi dalam mengatasi isu pelayanan kesehatan menyambut ASEAN Community 2015.

Rektor UMY Prof. Dr. Bambang Cipto dalam sambutannya mengungkapkan acara internasional semacam ini menjadi salah satu tanda terbukanya pintu internasionalisasi dibidang kesehatan. Dengan adanya internasionalisasi itu, kata Bambang, harus membuat tenaga kesehatan Indonesia untuk belajar dari Negara lain agar mampu bersaing dikancah internasional. “Kita beruntung dapat belajar langsung dari para ahli yang hadir semoga menjadi dorongan bagi perawat kita untuk terus belajar sehingga dapat memperkuat posisi Indonesia di ASEAN,” ungkapnya.
AIC-HHC ke 4 yang kali ini di gelar PSIK UMY  dinilai Bambang Cipto sebagai sebuah trend positif pagi program studi keperawatan di kampus yang dipimpinnya. Bambang Cipto berharap event tersebut dapat meningkatkan kualitas Ners UMY. “Ini adalah salah satu trend yang sangat bagus. Semoga ini menjadi salah satu bentuk proses internasionalisasi prodi agar makin dikenal dan dapat bersaing di level internasional,” katanya
Sementara itu Fitri Arofiati,S.kep.Ns.,MAN selaku stering comitte acara mengatakan tema besar yang diangkat event tersebut sesuai dengan visi bersama ASEAN 2020 yang telah disepakati para pemimpin ASEAN. “Visi itu adalah bangsa-bangsa Asia tenggara, berpandangan kedepan, hidup damai, stabil dan makmur, terikat bersama dalam kemitraan dalam pembangunan yang dinamis dan dalam komunitas masyarakat yang peduli. Dalam visi itu sektor pelayanan kesehatan memiliki peranan untuk menyediakan solusi akan kebutuhan pasien dan menghilangkan batasan-batasan dalam pelayanan kesehatan dengan teknologi yang terjangkau bagi seluruh masyarakat ASEAN.” jelasnya.
Ia menuturkan pertemuan selama tiga hari itu akan membahas peningkatan kolaborasi dan menciptakan sinergi antar tenga kesehatan guna memberikan pelayanan yang pas bagi masyarakat. “Intinya pelayanan kesehatan tidak boleh dipegang oleh satu profesi, tidak hanya perawat saja yang hadir saat ini, tetapi juga dari farmasi dan dokter. Dari semua sisi untuk memandang permasalahan pasien,” terangya.
AIC-HHC ke 4 diselenggarakan oleh PSIK UMY bekerjasama dengan 13 universitas yang tersebar di Asia dan Eropa. Event tersebut pertama kali digelar tahun 2007 di Khon Kaen City, Thailand. Kemudian 2009 di gelar di Faculty of Nursing Guanxi University of Traditional Chinese Medicine, China. Setelah itu pada tahun 2011 digelar di Hanoi, dan tahun ini PSIK UMY dipercayakan menjadi tuan rumah acara yang akan di gelar hingga 14 Desember mendatang itu. (Lalu)