27 Mahasiswa Asing Ikuti Induksi

September 16, 2016 oleh : BHP UMY

img_0317-2

Menjadi mahasiswa baru tentu membutuhkan pengenalan untuk beradaptasi terhadap lingkungan dan budaya yang baru, apalagi mahasiswa baru tersebut merupakan mahasiswa asing dari luar negeri, tentu persoalan adaptasi menjadi langkah utama demi kesuksesan perkuliah selanjutnya. Oleh karena itulah, Biro Kerjasama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan induksi yang diikuti oleh 27 mahasiswa asing di UMY.

Beberapa diantara 27 mahasiswa asing tersebut merupakan student exchange yang berasal dari Sunmoon University Korea Selatan, SIAS University China, dan Universiti Utara Malaysia (UUM) bahkan juga ada mahasiswa program sarjana dari Rwanda dan Thailand. Acara ini diselenggarakan di ruang sidang Komisi gedung AR. Fakhruddin A lantai 5 pada Rabu (14/09). Induksi dibagi kedalam tiga sesi yakni sesi pengenalan akademik, sesi pengenalan Indonesia dan Yogyakarta, dan sesi terakhir adalah sesi keimigrasian. Di sela-sela sesi juga diadakan beberapa permainan interaktif untuk lebih mengenalkan mahasiswa satu sama lain.

Sesi pengenalan akademik disampaikan oleh Kepala Urusan Mahasiswa Internasional, Biro Kerjasama UMY, Idham Badruzaman, S.IP., M.A. Dalam materinya, ia memberikan tips-tips bagaimana menjadi sukses dalam kegiatan akademik selama di UMY. “Alasan utama kalian kesini adalah urusan akademik. Sedangkan urusan sosial dan lainnya akan mengikuti kemudian. Ingat bahwa orang tua kalian mengharapkan kalian berprestasi selama kalian disini,” tegas Idham.

Idham juga mengingatkan kepada mahasiswa asing untuk selalu mengikuti perkuliahan, dan tidak pernah absen. Karena sebagian dosen di UMY selalu mempertimbangkan jumlah kehadiran mahasiswa dalam menentukan nilai. “Oleh karena itu, kalian harus mengetahui tanggal-tanggal penting perkuliahan. Seperti kapan waktu pertengahan semester atau ujian akhir semester. Jangan sampai tidak hadir saat ujian tengah semester,” jelas Idham. Ia menambahkan bahwa jadwal akademik juga dapat diunduh oleh para mahasiswa asing di website iro.umy.ac.id.

Selain itu, para mahasiswa juga diingatkan untuk menghormati budaya Indonesia. Meskipun kemungkinan besar budaya Indonesia berbeda dengan budaya dari tempat para mahasiswa asing berasal, namun mereka diharapkan berpegang pada panutan ‘Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung.’ “Dengan mengikuti aturan yang ada, akan berpengaruh juga pada urusan akademik. Dengan begitu akan dapat membuat program yang sedang diikuti sukses,” ujar Idham.

Pada sesi selanjutnya, para mahasiswa diperkenalkan tentang Indonesia dan khususnya wilayah Yogyakarta. Dalam sesi ini, materi yang disampaikan juga termasuk kuliner khas Indonesia, tempat-tempat wisata di Yogya dan sekitarnya, dan juga festival-festival yang ada di Yogya. Fahrizal Ramadhan, S.IP., M.A., selaku pemateri, mengingatkan kepada para mahasiswa untuk tidak malu berbaur dengan mahasiswa lokal. “Berteman dengan mahasiswa lokal dapat membantu dalam mencari tempat-tempat makan yang bagus, atau tempat-tempat pariwisata lainnya,” jelas Fahri.

Dalam sesi keimigrasian, para mahasiswa asing dijelaskan terkait beberapa tipe visa yang berlaku di Indonesia. Para mahasiswa juga diingatkan untuk selalu mengecek masa berlaku VISA, dan segera melapor ke Kantor Urusan Internasional, Biro Kerjasama UMY, apabila masa berlaku VISA sudah habis. (Deansa)