Kontes Robot Badminton Harus Tetap Bermain dengan Perasaan

Agustus 23, 2015 oleh : BHP UMY
Permainan dan olah raga badminton pada umumnya selalu dimainkan oleh manusia. Emosi dan perasaan saat bermain badminton dari para pemainnya pun sudah pasti dapat dirasakan, bahkan oleh penontonnya sekalipun. Namun, hal berbeda tentunya akan didapati saat yang bermain badminton tersebut adalah sebuah robot.
Namun, walaupun badminton tersebut dimainkan oleh robot, emosi dan perasaan saat bermain badminton pun diharapkan tetap ada. Karena bagaimana pun robot tersebut masih dikendalikan oleh manusia. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, saat membuka secara resmi Kontes Robot terbesar se-Asia-Pasifik, ABU Robocon 2015 yang bertema ‘Robot Badminton (Robominton), di Sportorium Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (23/8).
Dalam sambutannya, Rudiantara juga menyampaikan bahwa minggu lalu Indonesia menjadi tuan rumah dari Kejuaraan Badminton dunia, dan minggu ini Indonesia kembali terpilih menjadi tuan rumah kontes robot badminton se Asia-Pasifik. Walau sama-sama menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan lomba badminton internasional, hanya sedikit perbedaan yang ada. “Kalau kejuaraan badminton dunia yang main semuanya manusia. Sekarang, kejuaraan badminton se-Asia tapi yang main badmintonnya robot. Hanya ini perbedaannya. Jadi saya harapkan, sekalipun yang bermain robot, tapi emosi dan perasaan saat bermain badminton ini juga harus tetap ada. Karena robot-robot itu kan yang mengendalikan juga manusia,” ujarnya.
Rudiantara juga berpesan pada para peserta kontes ABU Robocon 2015 yang berasal dari 19 negara tersebut, untuk bisa bermain supportive. Walaupun yang bermain badmintonnya adalah robot. “Semua peserta harus tetap bermain dengan supportive. Karena itu, perasaan dan emosi dalam bermain badminton ini tetap harus ada, untuk mendukung setiap pemain yang bermain badminton, agar bisa memberikan hasil terbaik untuk negaranya,” ungkapnya.
Namun, lanjut Rudiantara lagi, menang dan kalah dalam kompetisi robot badminton ini sebenarnya bukan menjadi hal yang paling penting bagi peserta. Sebab menang dan kalah itu hanya bonus dari pengalaman yang mereka peroleh selama kompetisi tersebut. “Menang dan kalah itu bukan hal yang paling penting. Tapi lebih dari itu, bagaimana kalian bisa mengembangkan aplikasi-aplikasi dan teknologi-teknologi yang lebih baik dan lebih canggih lagi ke depannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekjen Asia-Pasific Broadcasting Union (ABU), Dr. Javad Mottaghi dalam sambutannya mengatakan, dalam kontes robot ABU Robocon 2015 ini berbagai macam penemuan dan pengembangan terbaru dari teknologi yang dibuat oleh generasi muda bisa disaksikan bersama. Teknologi-teknologi yang dikembangkan oleh mahasiswa-mahasiswa peserta ABU Robocon 2015 ini pun menurutnya sangat luar biasa. “Di ABU Robocon 2015 ini, kita bisa melihat pengembangan teknologi yang luar biasa dari para peserta. Ini semakin membuktikan bahwa teknologi dari para engineer-engineer muda di masa depan ini akan menjadi lebih unggul,” paparnya.
Dr. Javad juga berharap, kontes robot yang diselenggarakan oleh ABU Robocon tersebut dapat terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang. Agar kesempatan yang dimiliki oleh para engineer muda berikutnya tetap ada. “Kontes ABU Robocon ini sudah berusia 14 tahun. Dan kami berharap kontes robot ABU Robocon ini akan tetap berlanjut. Karena kontes ini selalu diikuti oleh mahasiswa dari seluruh negara di kawasan Asia-Pasifik, dan tentunya akan memberikan kesempatan pada mereka untuk lebih mengembangkan lagi pengetahuan mereka tentang teknologi yang telah dipelajari,” tambahnya.
Dalam acara opening ceremony kontes robot ABU Robocon Robominton 2015 ini, juga dihadiri oleh Rektor UMY, Prof. Bambang Cipto, MA, Direktur Utama TVRI Ir. Iskandar Ahmad, MM, dan Dirjen DP2M Dikti M. Dimyati. Ketiganya sama-sama berharap kontes robot ABU Robocon Robominton 2015 ini dapat melahirkan genarasi-generasi muda baru yang mampu membuat dan mengembangkan teknologi yang lebih canggih lagi untuk negaranya masing-masing.
Selain itu, hadir pula pemain badminton Indonesia legendaris, Susi Susanti dan Alan Budikusuma. Pada opening cermony ini, keduanya bermain dengan robot badminton, sebagai tanda dimulainya babak penyisihan kontes robot ABU Robocon Robominton 2015 yang dimainkan pertama oleh tim Malaysia vs Sri Lanka.