14 Tahun Kerjasama Internasional, UMY Berencana Masuk ke QS Stars

Februari 3, 2015 oleh : BHP UMY
Peserta Workshop Internasionalisasi saat mengikuti Workshop di Kayllana Resort Kaliurang.

Peserta Workshop Internasionalisasi saat mengikuti Workshop di Kayllana Resort Kaliurang.

Kerjasama internasional yang dimulai sejak 14 tahun lalu telah memberikan hasil yang mengembirakan bagi UMY, Internasionalisasi tersebut merupakan suatu proses yang tidak boleh berhenti untuk mencapai apa yang menjadi tujuannya. Dampak dari salah satu ketercapaian tersebut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah memperoleh nilai A sejak tahun 2013, untuk Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) oleh Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT), dan rencananya akan mengikuti Akreditasi Internasional oleh Quacquarelli Symonds Stars (QS. Stars) atau dikenal dengan Lembaga Akreditasi Internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut UMY berencana untuk lebih meningkatkan kerjasama dengan Top 500 University menurut QS Stars.

Hal itulah yang tercantum dalam Term of Reference (ToR) Workshop Kerjasama dan Internasionalisasi UMY yang diadakan oleh UMY melalui Biro Kerjasama (BKS) dan International Relations Office (IRO). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari (29-30/01) bertempat di Kalyana Resort Jalan Kaliurang Km. 22,38 Dusun Banteng Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta, Kamis (29/01).

Menurut Wakil Rektor III UMY Sri Atmaja P. Rosyidi ST., MSc.Eng., Ph.D, mengungkapkan, bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan koordinasi dan komunikasi efektif antar unit terkait di UMY, dan juga mempersiapkan Program Studi (Prodi) dan Fakultas untuk mengelola program internasional di UMY. Selain itu yang paling penting adalah menyusun perencanaan yang dapat dilakukan bersama-sama pada masing-masing unit terkait di UMY.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan koordinasi dan komunikasi efektif kepada pejabat-pejabat struktural kita dan unit-unit terkait. Kegiatan ini juga mempersiapkan Prodi atau Fakultas, dengan demikian ketika kita memberikan sebuah program-program itu maka ada respon yang positif bisa mensosialisasikan kepada dosen dan mahasiswa. Sehingga yang terpenting adalah penyusunan perencanaan dan kita bisa bergerak bersama-sama, kita pakai gerbong yang sama dan tujuan yang sama, bagi fakultas atau unit yang belum siap, kita akan dorong dan mencari solusinya” ujarnya saat memaparkan materi dengan tema Kesiapan UMY untuk Internasionalisasi.

Selain itu juga, Sri Atmaja menjelaskan bahwa pihaknya akan coba masuk pada perangkingan di level internasional. Pihaknya sedang memproyeksikan QS. Stars sebagai lembaga perangkingan internasional, menurutnya tantangan yang dihadapi untuk masuk pada rangking internasional cukup berat, karena pihak QS. Stars akan melihat jumlah mahasiswa asing dan juga mahasiswa lokal serta publikasi universitas di tingkat internasional.

“Selanjutnya adalah, kita akan mencoba untuk masuk pada rangking-rangking yang tidak hanya di tingkat Nasional, tapi saat ini kita sedang membidik QS. Stars. QS. Stars itu adalah perangkingan di tingkat internasional, nah kita akan mencoba masuk kesana. Nanti berapapun peringkatnya atau rangkingnya disitulah kita mencoba melakukan perbaikan-perbaikan, tentu cukup berat sebetulnya. Karena dia akan melihat jumlah mahasiswa yang kita kirimkan keluar, dan jumlah mahasiswa yang dikirimkan dari luar ke sini, berapa proposional antara mahasiswa asing dan mahasiswa lokal, berapa proposional publikasi kita di tingkat internasional. Ini betul-betul mereka akan memandang sebuah universitas yang bereputasi internasional apabila sudah terbuka lebar dengan mitra-mitra mereka diluar” ujarnya.

Sri Atmaja menambahkan, bahwa dengan adanya workshop Kerjasama dan Internasionalisasi ini, tujuan yang ingin dicapai oleh pihaknya kedepan adalah akan memposisikan diri sebagai universitas di level Internasional. Oleh karena itu kegiatan workshop tersebut untuk menganalisis kelemahan dan kekuatan UMY di bidang Internasional, sehingga workshop tersebut untuk mengangkat dan mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut.

“Kita ingin Go Global, dan tagline itu kita munculkan ditahun 2011, cita-cita kita bahwa UMY harus berkiprah di Dunia Internasional, tapi kita juga harus meposisikan diri sebagai universitas di level Internasional. Sebetulnya ini sudah dimulai di tahun-tahun sebelumnya, hanya saja belum ada statement yang jelas, kemudian ditahun 2012 kita merumuskan beberapa strategi yang harus kita capai, nah salah satunya mulai tahun ini kita akan meningkatkan daya saing internasional UMY. Artinya kita sudah mempelajari secara lebih detail kelemahan kita ada dimana, kekuatan kita ada dimana, tantangan kedepan dan seterusnya. Nah kita coba untuk mengangkat atau mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut dengan program worshop ini.” Imbuhnya.​

Kegiatan Workshop Kerjasama dan internasionalisasi ini diikuti pejabat-pejabat struktural, diantarannya Wakil Dekan bidang kerjasama dari setiap fakultas, direktur Pasca Sarjana, Direktur Program Vokasi, Ketua Program Studi, Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru, Kepala Biro Akademik, Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA), kepala lembaga penelitian, pengembangan & pengabdian Masyarakat (LP3M), Kepala Lembaga Pengembangan dan Pembelajaran (LPP), dan juga Direktur Program Internasional seperti International Program of International Relations (IPIREL), International Program of Governmental Studies (IGOV), International Program for Islamic economics and finance (IPIEF), dan International Program for Law and Sharia (IPOLS).

Sedangkan teknis untuk kegiatan ini para peserta Workshop akan dibagi kedalam 3 komisi. Komisi I membahas mengenai International Academic Recognation, Komisi II mengenai Standar Operting Procedure (SOP) yang terkait dengan Internasionalisasi. Sedangkan untuk Komisi III mengenai Student Mobility berupa pengembangan program penelitian bersama dengan mitra asing, program inovatif Tropical Course/Summer Course, Program Student Exchange, Program inisiasi kelas internasional, Program credit earning atau credit transfer, Program magang di luar negeri atau perusahaan internasional dan juga program Kuliah Kerja Nyata internasional. (Shidqi)