​Indonesia Punya Posisi Strategis Kembangkan Energi Terbarukan

Juni 4, 2014 oleh : BHP UMY

Dr. Henny Romijn dari Technische Universiteit Eindhoven (TU/e) Belanda, dalam acara 2nd International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI)

Energi terbarukan saat ini menjadi satu-satunya jalan untuk mengganti kebutuhan energi fosil yang sudah hampir habis. Indonesia menjadi salah satu negara di bagian selatan dunia yang punya posisi strategis untuk mengembangkan energi terbarukan ini demi keberlanjutan pembangunan. Sebab negara yang berada di belahan selatan bumi ini mampu membangun kawasan hijau dan bisa menciptakan sistem ekologi yang baik.

Hal tersebut disampaikan Dr. Henny Romijn dari Technische Universiteit Eindhoven (TU/e) Belanda, dalam acara 2nd International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) yang bertajuk “Technology and innovation challenges in natural resources and built environment management for humanity and sustainability”. Acara yang diselenggarakan oleh UMY bekerjasama dengan Association of Universities of Asia and the Pasific (AUAP), Technische Universiteit Eindhoven University of Technology (TU/e) dan Singapore Polytechnic (SP) sejak Selasa hingga Kamis (3-5/6) ini, diikuti oleh 175 peserta dari 14 negara, yakni Indonesia, Taiwan, Malaysia, Singapore, Nigeria, Swedia, Mauritania, Belanda, Australia, Inggris, Filipina, India, Afghanistan, dan Jepang​.

Dalam pemaparannya, Henny mengangkat isu mengenai masalah dunia dalam lingkungan yang berkelanjutan namun kurang seimbang antara sistem ekonomi, sosial dan ekosistem. Karenanya, konsep kembali pada alam (back to nature) itu menjadi salah satu pemecahan masalahnya. Sebab itulah yang sesuai demi membangun keberlanjutan bagi umat manusia di masa depan.

“Jika kita terus menerus tergantung pada energi fosil seperti minyak, itu bukan untuk jangka panjang. Sebab energi dari fosil itu akan habis, dan kalau terus dipaksa untuk diambil, maka bumi ini bisa rusak. Kalau sudah begitu, apakah kita harus pergi dan mencari tanah atau “bumi” lain yang punya cadangan fosil banyak?” ujarnya.

Hal itu menurut Henny tidak akan ada gunanya. Sebab energi dari bahan fosil itu bukan energi yang bisa diperbaharui, dan persediaannya pun terbatas. Jadi satu-satunya jalan memang melalui inovasi teknologi untuk menciptakan energi terbarukan. “Caranya adalah dengan mengelola kekayaan sumberdaya alam yang sudah dimiliki untuk bisa dimanfaatkan dan diinovasikan sebagai energi terbarukan. Dan Indonesia, sebagai negara yang berada di belahan selatan bumi ini punya peran strategis untuk ikut mengembangkan inovasi berkelanjutan tersebut,” paparnya.

Bahkan, lanjut Henny, Indonesia juga bisa ikut membantu mengembangkan inovasi berkelanjutan tersebut secara global ke seluruh dunia. Sebab menurutnya, jika dilihat Indonesia memiiliki kekayaan sumberdaya alam yang sangat melimpah. “Dan ada tiga hal yang bisa dilakukan Indonesia untuk bisa menjalankan perannya ini, yakni membangun dan menumbuhkan semangat untuk berinovasi dengan sumberdaya alam yang sudah ada, melakukan inovasi dengan teknologi, dan berkolaborasi dengan semua pihak, baik itu dari kalangan masyarakat, akademisi, industri, atau pemerintah. Bahkan juga dengan golongan yang tradisionalis, modern, atau neoliberalis, serta tidak menutup diri untuk bekerjasama dengan negara lain. Agar bisa menciptakan energi terbarukan berbasis teknologi lingkungan dan bisa mengganti cadangan energi fosil bumi yang sudah semakin menipis ini,” pungkasnya. (sakinah)